Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Optimisme Pasar Siap Dongkrak IHSG

Ekonomi IHSG
Ade Hapsari Lestarini • 02 Juli 2020 08:37
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan dipengaruhi rilis data ekonomi global dan regional.
 
Adapun pendukung gerak IHSG hari ini dimulai dari pasar saham global yang bergerak variatif, data tenaga kerja AS yang meningkat, hingga rilis data inflasi di Indonesia.
 
"Kami menilai optimisme pasar melihat rilis data ekonomi global dan regional berpotensi mendorong pergerakan market hari ini," ujar tim Analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam hasil risetnya, Kamis, 2 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun inflasi Indonesia per Juni 2020 naik 1,96 persen secara year on year (yoy) atau 0,18 persen secara month to month (mom).
 
Berdasarkan estimasi ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, rendahnya inflasi Juni membuat Bank Indonesia (BI) berpeluang menurunkan tingkat suku bunga kembali sebesar 25 bps ke level empat persen pada RDG BI 15-16 Juli 2020.
 
Sementara itu data Tourist Arrival atau tingkat kedatangan pengunjung ke Indonesia per Mei 2020 turun 86,9 persen yoy menjadi 163 ribu sebagai efek pandemi.
 
Di sisi lain pasar saham AS bergerak mixed memasuki semester II-2020. Rilis data ISM Manufacturing PMI AS per Juni 2020 tercatat naik menjadi 52,6.
 
Sementara indeks Dow Jones turun 0,3 persen ke level 25.734, indeks S&P 500 menguat 0,5 persen, dan Nasdaq naik 0,95 persen.
 
Sedangkan bursa Eropa ditutup sedikit turun di tengah sentimen berita akan adanya potensi vaksin covid-19 dari Pfizer yang bekerja sama dengan perusahaan Jerman BioNTech.
 
Indeks DAX Frankfurt turun 0,41 persen, indeks FTSE London melemah 0,19 persen, dan CAC Paris merosot 0,18 persen. Harga minyak WTI pagi ini berada pada level USD39,6 per barel dan minyak Brent USD41,8 per barel. Sedangkan harga emas dibanderol USD1.777 per troy onz.
 
IHSG Rabu ditutup 0,18 persen menjadi 4.914 dengan penopang saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Arto Tbk (ARTO), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
 
Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp253,7 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp127,2 miliar), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp76,6 miliar, dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) Rp24,6 miliar.
 
Sedangkan net buy asing dicatatkan oleh BBCA sebesar Rp149,4 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp22,2 miliar, dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp19,3 miliar.
 

(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif