Mark Dynamics bagi divien tunai Rp26,6 miliar. FOTO: Mark Dynamics Indonesia
Mark Dynamics bagi divien tunai Rp26,6 miliar. FOTO: Mark Dynamics Indonesia

RUPST 2019

Mark Dynamics Bagi Dividen Tunai Rp26,6 Miliar

Ekonomi emiten
Angga Bratadharma • 13 Agustus 2020 13:31
Deli Serdang: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membagikan dividen tunai sebesar Rp26,6 miliar kepada 3,8 juta saham beredar atau Rp7 per lembar saham. Dividen tunai tersebut merepresentasikan sekitar 30,2 persen dari laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2019 yang sebesar Rp88 miliar.
 
Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, di Prime Plaza Hotel Kualanamu, Deli Serdang. Dalam RUPS Tahunan tersebut diputuskan juga antara lain menerima baik dan menyetujui Laporan Tahunan Konsolidasian MARK dan entitas anak untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019.
 
Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengungkapkan dividen tunai yang dibagikan ini dimaksudkan sebagai apresiasi kepada seluruh pemegang saham perusahaan. Manajemen MARK telah berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, antara lain dengan mengusulkan dividen tunai setiap tahunnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan tahun ini merupakan tahun ketiga MARK membagikan dividen setelah IPO pada 2017 silam," kata Ridwan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
MARK mampu menjaga tingkat efisiensi dan mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dengan margin laba kotor sebesar 43,26 persen dengan nilai sebesar Rp156,42 miliar. Kinerja yang positif membuat MARK memperoleh laba bersih pada 2019 sebesar Rp88,00 miliar atau meningkat 7,45 persen dibandingkan dengan 2018.
 
Peningkatan laba bersih ini sebagai akibat dari peningkatan penjualan pada 2019 sebesar 11,08 persen menjadi Rp 361,54 miliar dibandingkan dengan 2018 sebesar Rp325,47 miliar. Pertumbuhan kinerja operasional yang dicapai pada 2019 berjalan seiring dengan peningkatan kinerja keuangan.
 
"Total aset menjadi Rp441,25 miliar per 31 Desember 2019 atau meningkat sebanyak 38,72 persen dibandingkan dengan Rp 318,08 miliar per 31 Desember 2018," sebutnya.
 
Ridwan Goh menambahkan di kuartal II MARK mencatat laba bersih sebesar Rp51,72 miliar atau meningkat 14,65 persen dibandingkan dengan kuartal II-2019 sebesar Rp45,11 miliar. MARK menjaga margin laba kotor di 41,31 persen dengan nilai sebesar Rp79,57 miliar dan margin laba bersih di 26,84 persen.
 
Hal ini didukung dari peningkatan penjualan sebesar Rp192,63 miliar pada kuartal II-2020 atau naik 9,57 persen jika dibandingkan dengan kuartal II-2019 sebesar Rp175,80 miliar. Pencapaian laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi sepanjang kuartal II-2020 di tengah pandemi covid-19.
 
Seiring meningkatnya kebutuhan sarung tangan di tengah pandemi covid-19 yang sedang merebak di berbagai Negara, dan dinyatakannya sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), telah meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kesehatan.
 
"Mengakibatkan pertumbuhan pabrik sarung tangan di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Afrika Selatan dapat dikatakan cukup pesat. Salah satu strategi untuk mengejar pertumbuhan penjualan adalah senantiasa menambah pelanggan baru. Saat ini dalam tahap peningkatan kapasitas menjadi 780 ribu unit per bulan di kuartal III-2020 guna memenuhi permintaan pelanggan," tutupnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif