Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra.
Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa (tengah). Foto: Antara/Aditya Pradana Putra.

BNI Siap Bantu Aparat Proses Hukum Maria Pauline

Ekonomi bni Maria Pauline Lumowa
Antara • 09 Juli 2020 23:56
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk mengapresiasi penangkapan tersangka kasus surat kredit (L/C) fiktif untuk perdagangan internasional senilai Rp1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa yang sudah 17 tahun menjadi buronan.
 
"Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan siap membantu aparat dalam proses hukum terhadap tersangka, sehingga penegakan hukum selesai hingga tuntas," kata Direktur Human Capital dan Kepatuhan BNI Bob T. Ananta, dikutip dari Antara, Kamis, 9 Juli 2020.
 
Dengan ditangkapnya tersangka, bank BUMN ini berharap pemulihan untuk mengurangi kerugian perusahaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mencegah peristiwa serupa, bank pelat merah ini melakukan berbagai langkah di antaranya evaluasi terhadap tata kelola layanan pemrosesan L/C, sehingga dapat menemukan modus yang digunakan pelaku.
 
Dari evaluasi tersebut, pihaknya melakukan beberapa langkah yakni mengalihkan kewenangan dalam memutuskan transaksi L/C, yang awalnya di Kantor Cabang Utama dialihkan ke Trade Processing Center (TPC) di Divisi Internasional Kantor Pusat.
 
Selain itu, fungsi kantor cabang dalam layanan pemrosesan L/C ini pun berubah. Saat ini kantor cabang hanya berfungsi melakukan penerimaan permohonan transaksi perdagangan dari nasabah. Sedangkan keputusan transaksinya menjadi kewenangan tim di Kantor Pusat.
 
"Kini, prosesnya menjadi jauh lebih aman baik bagi perusahaan maupun bagi nasabah, karena telah dilakukan digitalisasi layanan," ujarnya.
 
Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka utama yang membobol kas BNI senilai Rp1,7 triliun yang terjadi 2002-2003.
 
Setelah belasan tahun menjadi buron, Polri bersama Interpol dibantu aparat terkait menangkap Maria Pauline di Beograd Serbia dan diterbangkan ke Jakarta untuk diadili.
 

(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif