Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Pekan Ini Rupiah Terus Terhantam Dolar AS

Ekonomi Kurs Rupiah Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Angga Bratadharma • 26 September 2020 11:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di sepanjang pekan ini terlihat di tren melemah. Mata uang Garuda kesulitan untuk meredam keperkasaan mata uang Paman Sam meski ketidakpastian pemulihan akibat kebangkitan covid-19 menghantui gerak mata uang safe haven.
 
Mengutip data Bloomberg, Sabtu, 26 September 2020, nilai tukar rupiah pada awal pekan atau tepatnya Senin, 21 September, berada di level Rp14.700 per USD. Lalu pada Selasa, 22 September, mata uang Garuda melemah ke level Rp14.785 per USD. Kemudian pada Rabu, rupiah lagi-lagi tertekan ke level Rp14.815 per USD.
 
Sedangkan pada Kamis, 24 September, mata uang Garuda kembali melemah ke level Rp14.890 per USD. Serta pada akhir pekan atau tepatnya Jumat, 25 September, nilai tukar rupiah harus rela lagi-lagi terpental ke zona negatif di level Rp14.917 per USD. Sepekan ini rupiah belum mendapat kesempatan untuk menghantam mata uang Paman Sam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat di akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), di tengah momentum melemahnya mata uang euro. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,3 persen menjadi 94,6429.
 
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1622 dibandingkan dengan USD1,1666 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,2730 dibandingkan dengan USD1,2741 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7024 dibandingkan dengan USD0,7050.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 105,60 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 105,41 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9288 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9264 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3395 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3352 dolar Kanada.
 
"Menyusul kinerja buruk sejak awal Juni dan karena momentum telah hilang selama beberapa pekan terakhir, ada potensi untuk beberapa pemulihan untuk greenback," kata Analis Commerzbank Research dalam sebuah catatan.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dipimpin oleh keuntungan yang solid di sektor teknologi. Namun, para investor tetap mempertimbangkan prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif