Ilustrasi OJK - - Foto: dok MI
Ilustrasi OJK - - Foto: dok MI

OJK Tingkatkan Sinergi Hadapi Pandemi

Ekonomi OJK Stimulus Ekonomi Imbas Korona Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 09 Oktober 2020 15:32
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan sinergitas dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional serta memastikan berjalannya kebijakan stimulus.
 
Dikutip dari akun instagram resmi@ojkindonesia, OJK menyampaikan bahwa kebijakan restrukturisasi kredit yang diluncurkan sejak 16 Maret 2020 berperan besar dalam meringankan beban ekonomi di sektor informal, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan sektor usaha agar dapat bertahan dan bangkit kembali di tengah pandemi covid-19.
 
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh wilayah Indonesia, dan ditujukan kepada pelaku usaha yang terkena dampak covid-19. Di Jawa Timur hingga September 2020, realisasi restrukturisasi kredit telah mencapai Rp105,5 triliun dari 2,4 juta debitur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"OJK turut aktif mendorong penyaluran kredit pemulihan ekonomi nasional di Jawa Timur yang telah mencapai Rp20,7 triliun dan telah disalurkan kepada 170.372 debitur," ungkap OJK, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
Terkait upaya meningkatkan sinergi dengan daerah, OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong business matching pada berbagai sektor usaha, baik perkebunan, pertanian, maupun perikanan.
 
"Langkah business matching ini selanjutnya ditindaklanjuti dengan penandatanganan akad kredit serta pencairan kredit kepada pelaku usaha," jelas OJK.
 
Soal restrukturisasi, OJK mencatat nilai outstanding restrukturisasi pinjaman yang dilakukan lembaga pembiayaan (leasing) hingga 29 September 2020 mencapai sebesar Rp170,17 triliun. Sebanyak 182 perusahaan pembiayaan sudah menjalankan restrukturisasi pinjaman tersebut.
 
"Perusahaan pembiayaan telah melakukan restrukturisasi dengan nilai outstanding senilai Rp170,17 triliun kepada 4,63 juta debitur," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR, Kamis, 1 Oktober 2020.
 
Hingga saat ini, seluruh perusahaan leasing yang terdaftar di regulator sudah mengimplementasikan program restrukturisasi pinjaman ini. Total ada 182 perusahaan pembiayaan yang sudah merestrukturisasi pinjaman nasabahnya.
 
Sementara itu, restrukturisasi kredit perbankan sampai dengan 7 September 2020 telah mencapai sebanyak Rp884,5 triliun. Keringanan kredit ini diberikan kepada 7,38 juta nasabah.
 
Dari jumlah itu, sebanyak Rp360,6 triliun di antaranya diberikan kepada 5,82 juta debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sementara sebanyak 1,44 juta debitur lainnya merupakan debitur non-UMKM dengan total saldo pokok plafon pinjaman perjanjian kredit (baki debet) yang direstrukturisasi senilai Rp523,9 triliun.
 
OJK melihat terdapat 102 bank yang berpotensi mengimplementasikan restrukturisasi kredit kepada 15,20 juta debitur dengan baki debet sebanyak Rp1.376,6 triliun. Potensi tersebut terdiri dari 12,55 juta debitur UMKM dengan baki debet sebesar Rp567,8 triliun, sedangkan debitur non-UMKM sebanyak 2,65 juta orang dengan baki debet mencapai Rp808,8 triliun.
 
Beberapa restrukturisasi juga dilakukan oleh Lembaga Keuangan Mikro yang hingga Agustus 2020 ini nilai restrukturisasinya mencapai Rp26,4 miliar. Kemudian untuk Bank Wakaf Mikro (BWM) telah direstrukturisasi senilai Rp4,5 miliar.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif