IHSG. Foto : Medcom.
IHSG. Foto : Medcom.

Dibayangi Inflasi Global, Gerak IHSG Diramal Berkisar 7.200-7.500 Hingga Akhir Tahun

Annisa ayu artanti • 29 Mei 2022 10:32
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 7.200-7.500 hingga akhir tahun.
 
Wealth Management Head Bank OCBC NISP Juky Mariska mengatakan investor mulai terlihat optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia meskipun sejumlah risiko masih membayangi pergerakan pasar saham seperti kenaikan inflasi yang terlalu cepat yang mempercepat laju kenaikan suku bunga.
 
Ia menjelaskan, di awal Mei 2022 bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya menjadi 1 persen. Kenaikan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kenaikan Fed Funds Rate yang diperkirakan akan menyentuh 2.75-3.00 persen di awal tahun 2023.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya menaikkan suku bunga acuan, The Fed juga merencanakan normalisasi neraca (balance sheet) dengan pengurangan USD47,5 miliar per bulan mulai Juni, dan pengurangan USD90 miliar per bulan mulai September.
 
"Langkah pengetatan kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi tingkat inflasi yang terus mengalami kenaikan," ujarnya katanya dalam Monthly Outlook OCBC NISP, Minggu, 29 Mei 2022.
 
Inflasi yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan mendorong ekonomi melambat atau justru masuk ke era stagflasi. Hal ini juga mendorong imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi di kisaran 3,1 persen.
 
Selain kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga yang lebih agresif, pasar modal masih dibayangi oleh sejumlah risiko. Tren kenaikan suku bunga oleh beberapa negara maju untuk mengatasi tingginya inflasi, berlanjutnya ketegangan Rusia-Ukraina, sanksi kepada Rusia yang terus membuat harga minyak melonjak, serta semakin ketatnya lockdown di Tiongkok masih mendominasi pergerakan pada pasar saham.
 
Sementara itu, dari dalam negeri, fundamental Indonesia semakin membaik di tengah berbagai sentimen negatif global. Aktivitas manufaktur masih berekspansi pada bulan April ke level 51,9 dari sebelumnya 51,3.
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal I-2022 tercatat tumbuh 5,01 persen, lebih baik dari estimasi. Sementara di bulan April, terjadi inflasi sebesar 3,47 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. Di sisi lain, aktivitas ekonomi terlihat semakin pulih seiring dengan covid-19 yang terkendali dan herd immunity yang meningkat.
 
"Namun, seiring dengan pulihnya permintaan domestik dan kenaikan harga komoditas, maka IHSG diperkirakan akan berada di kisaran 7.200 – 7.500 hingga akhir tahun," ucapnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif