?BNI Fokus Pemberdayaan UMKM Go Digital. Foto: dok BNI.
?BNI Fokus Pemberdayaan UMKM Go Digital. Foto: dok BNI.

BNI Fokus Pemberdayaan UMKM Go Digital

Ekonomi bni Perbankan UMKM
Ade Hapsari Lestarini • 29 Oktober 2020 13:42
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tengah menjalankan serangkaian program terintegrasi yang diharapkan dapat membawa pelaku usaha kecil, yang sedang merintis bisnisnya dari embrio, berkembang menjadi pelaku usaha sukses berorientasi ekspor.
 
BNI membagi dua kelompok program pemberdayaan UMKM-nya. Pertama, program pendampingan bagi UMKM dalam pengembangan usahanya. Kedua, program pembiayaan. Pada program pendampingan, BNI selalu menyertai pelaku usaha kecil sejak tahapan peningkatan kapasitas produksi, berlanjut pada tahap pengembangan nilai tambah pada produk dan jasa UMKM, hingga akhirnya sanggup menjangkau pasar ekspor.
 
Sementara pada program pembiayaan, BNI siap dengan bantuan berskema corporate social responsbility (CSR) dan program kemitraan (ketika mereka masih unfeasible dan unbankable). Lalu naik kelas menjadi Kredit Usaha Rakyat/KUR (saat sudah feasible namun unbankable), hingga akhirnya layak menjadi penerima kredit komersial (ketika pengusaha sudah feasible dan bankable).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak berhenti di pembiayaan, BNI juga fokus dalam mempertemukan UMKM binaannya dengan potential buyer,baik dari nasabah menengah maupun korporasi BNI sehingga tercipta value chain yang saling menguntungkan.
 
Mengutip keterangan resminya, Kamis, 29 Oktober 2020, BNI mengajak pihak lain yang memiliki misi yang sama untuk membangun sebuah ekosistem pendukung UMKM agar mampu berkembang, baik startup, e-commerce, maupun fintech. Langkah ini dilakukan untuk mempertajam upaya digitalisasi UMKM sehingga mereka mampu mengakses pasar lebih luas lagi.
 
Selain itu, di sektor produksi, BNI juga menggandeng mitra strategis dari kalangan startup untuk membentuk klaster-klaster spesifik berdasarkan produk yang dikembangkan, seperti program smart farming dan klaster pertanian unggulan bekerja sama dengan RiTx, Agrosolutions, Agree. Serta klaster perikanan bekerja sama dengan Aruna, FishON, dan FisTX.
 
"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan BNI siap mendampingi UMKM untuk melalui masa sulit ini," ujar Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto.
 
Setelah membawa UMKM menjadi go digital, tahap selanjutnya adalah membawa UMKM tersebut menjadi layak untuk go ekspor. UMKM terpilih akan melalui rangkaian seleksi, mulai dari kurasi produk, kemudian masuk ke tahapan inkubasi dan pelaku usaha diberi kesempatan untuk menjelaskan keunggulan produknya dan menyempurnakan konsep produknya.
 
Kemudian, jika memungkinkan akan masuk ke tahap scalling up antara lain untuk memberikan modal kerja dari BNI agar UMKM dapat memperluas pasar, meningkatkan produksi, dan melakukan diversifikasi produk. Setelah itu, pelaku UMKM yang layak ekspor akan diajak memanfaatkan kantor-kantor cabang BNI di luar negeri untuk memperkenalkan produk-produk unggulannya kepada calon pembeli asing.
 
BNI memiliki pengalaman dalam membantu ekspor pelaku usaha asal dalam negeri. Saat ini, perseroan mengangkat 250 ribu UMKM untuk melek digital. BNI juga telah turut membantu 21,38 persen dari volume ekspor Indonesia. Selain itu BNI juga aktif menyalurkan program KUR.
 
KUR juga menjadi salah satu kredit yang diprioritaskan dalam program penempatan dana pemerintah. Hingga akhir September 2020, BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp15,05 triliun dan tersebar untuk 170.569 debitur. KUR BNI tersalurkan pada berbagai sektor, antara lain pertanian sebesar maksimal Rp3,95 triliun, perdagangan Rp7,37 triliun, jasa-jasa Rp2,44 triliun, serta industri pengolahan senilai Rp1,08 triliun.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif