Citibank. Foto : AFP.
Citibank. Foto : AFP.

Kuartal III-2021, Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp869 Miliar

Ekonomi Perbankan citi indonesia citibank
Arif Wicaksono • 25 November 2021 19:28
Jakarta: Citibank N.An Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp869 miliar pada triwulan ketiga 2021. Pencatatan ini lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, terutama karena menurunnya pendapatan dari transaksi perdagangan dan pendapatan bunga bersih.
 
Namun demikian, Citi Indonesia berhasil bangkit kembali dari kinerja bisnisnya di kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari pencatatan laba bersih mandiri selama kuartal ketiga 2021 yang mencapai Rp408 miliar.
 
Pembukuan laba bersih itu ditopang oleh biaya credit impairment Citi Indonesia yang tetap stabil dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan cadangan credit impairment di lini Institutional Banking yang berasal dari satu klien korporasi dan berhasil di offset oleh penurunan cadangan credit impairment di lini Consumer Banking.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, Citi Indonesia mencatatkan gross NPL sebesar 3,3 persen yang meningkat dari 2,8 persen dari tahun lalu, sehubungan dengan kualitas kredit dari satu klien korporasi.
 
Citi Indonesia menjaga rasio Net NPL tetap rendah, yaitu sebesar 0,9 persen. Citi Indonesia memiliki likuiditas yang sangat baik dengan Lending to Deposit Ratio (LDR) sebesar 62,5 persen dan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 26,7 persen, meningkat dari 26,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.
 
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi optimistis untuk terus meningkatkan kondisi bisnis perseroan, hal ini dapat terlihat dari berbagai kemajuan yang kita berhasil lakukan di tengah pandemi covid-19.
 
"Kami telah berhasil melakukan berbagai terobosan dan inovasi di sisi institusional maupun consumer banking. Ke depannya, kami juga akan terus bertransformasi secara digital dan memutakhirkan berbagai layanan perbankan digital kami," kata dia dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 25 November 2021.
 
Lini Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 14 persen hingga kuartal ketiga 2021 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Hal ini didorong oleh pertumbuhan yang kuat dari setiap segmen. Top Tier Local Corporates and Public Sector Group berkontribusi dalam mendukung berbagai kesepakatan dan transaksi besar, termasuk aksi korporasi, pinjaman sindikasi, dan pasar modal.
 
Sementara Financial Institutions Group, yang melayani nasabah lembaga keuangan terus memberikan kinerja positif terutama dari bisnis kas manajemen, trade financing/services, nilai tukar, suku bunga, dan kustodian.
 
Commercial Bank membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 24 persen selama kuartal ketiga 2021, dibarengi oleh pertumbuhan kredit sebesar 14 persen. Melihat aktivitas nasabah yang semakin meningkat dan perubahan perilaku masih berlanjut, maka Commercial Bank terus berupaya memberikan pelayanan perbankan digital, serta produk-produk dan solusi manajemen kas yang mendorong efektifitas dan efisiensi.
 
Hingga September 2021, Citi Indonesia juga meningkatkan transaksi investasi digitalnya menjadi 59 persen, berkembang sebesar 70 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumya. Hal ini merupakan salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management di tengah pandemi covid-19.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif