Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Pius Erlangga.

Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Tergelincir hingga Nyaris Sentuh Rp15 Ribu/USD

Husen Miftahudin • 01 Juli 2022 16:55
Jakarta: Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah indeks yang akan mencatat pekan terbaiknya dalam empat minggu terakhir dan pertimbangan langkah investor terkait dorongan dari kebijakan pengetatan Federal Reserve serta risiko resesi AS.
 
"Untuk minggu ini, indeks telah naik 0,7 persen akibat potensi perlambatan global yang memperkuat daya tarik greenback karena status safe haven. Pasar akan mengamati potensi pelemahan data manufaktur ISM AS yang akan dirilis hari ini," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Jumat, 1 Juli 2022.
 
The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 150 basis poin sejak Maret, dan setengahnya datang bulan lalu dalam kenaikan terbesar bank sentral sejak 1994. Pasar memperkirakan jumlah yang sama pada bulan ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Bank Sentral Eropa diperkirakan juga akan menaikkan suku bunga pada Juli untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Ini untuk mencoba mendinginkan percepatan inflasi, meskipun ekonom terbagi pada besarnya kenaikan.
 
"Pasar sekarang akan melihat ke angka inflasi zona euro untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang seberapa agresif ECB dalam menaikkan suku bunga," jelas Ibrahim.
 
Dari dalam negeri, pasar terus memantau perkembangan inflasi  periode Juni 2022 yang secara tahunan ternyata di luar dugaan karena lebih tinggi dibandingkan ekspetasi para analis. Inflasi sudah berada di atas empat persen.
 
Baca juga: Inflasi Diprediksi Bisa Naik ke 4,5% hingga Akhir Tahun

 
BPS melaporkan inflasi pada Juni 2022 tercatat 0,61 persen (mtm). Inflasi tahun kalender adalah 3,19 persen. Sedangkan perkirakan para analis inflasi hanya sebesar 0,57 persen secara bulanan (mtm).
 
Secara tahunan (yoy), inflasi Juni 2022 berada di 4,35 persen. Lebih tinggi dibandingkan Mei 2022 yang 3,55 persen sekaligus jadi yang tertinggi sejak Juni 2017. Sedangkan ekspektasi para analis inflasi tahunan mencapai 4,2 persen (yoy).
 
"Sedangkan, pemerintah memperkirakan tingkat inflasi hingga akhir 2022 akan mencapai tingkat 4,5 persen. Dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditas global akibat disrupsi rantai pasok global dan perang antara Rusia dan Ukraina," bebernya.
 
Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.942 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah sebanyak 39 poin atau setara 0,26 persen dari posisi Rp14.903 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.960 per USD. Rupiah melemah sebanyak 80 poin atau setara 0,53 persen dari Rp14.880 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp14.956 per USD atau turun sebesar 74 poin dari perdagangan di hari sebelumnya sebesar Rp14.882 per USD.
 
"Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.930 per USD sampai Rp14.970 per USD," pungkas Ibrahim.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif