Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Pasar Keuangan Masih Mengkhawatirkan Covid-19 Gelombang Dua

Ekonomi Kurs Rupiah
Antara • 29 Juni 2020 12:05
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat seiring naiknya harga aset-aset berisiko.
 
Pada pukul 09.34 WIB, rupiah melemah tujuh poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.227 per USD dari sebelumnya Rp14.220 per USD.
 
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pagi ini kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah covid-19 terus meningkat. Potensi gelombang kedua pandemi pun memberikan sentimen negatif ke aset berisiko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Permintaan terhadap aset dolar AS sebagai aset aman, terindikasi meningkat dengan penurunan tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang sekarang di level 0,635 persen," ujar Ariston.
 
Menurut Ariston, pekan ini kemungkinan masih akan seperti pekan lalu dengan terjadi tarik menarik sentimen. Ia memprediksi pekan ini nilai tukar rupiah cenderung akan mengalami pelemahan terbuka.
 
Tapi, lanjutnya, pelaku pasar juga tidak mengesampingkan sentimen positif pemulihan ekonomi.
 
"Pagi ini juga banyak kabar soal uji klinis fase tiga beberapa vaksin yang mungkin bisa jadi sentimen positif juga," kata Ariston.
 
Ariston memperkirakan rupiah hari ini berpotensi melemah dengan kisaran Rp14.100 per USD hingga Rp14.300 per USD. Pada Jumat, 26 Juni 2020 lalu, rupiah ditutup melemah 45 poin atau 0,32 persen menjadi Rp14.220 per USD dari sebelumnya Rp14.175 per USD.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif