Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Sepekan Rupiah Pamer 'Imunitas' di Tengah Hantaman Covid-19

Ekonomi kurs rupiah Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Angga Bratadharma • 28 Maret 2020 12:30
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sedang disoroti karena sempat mendekati level Rp17 ribu per USD. Kondisi itu terjadi ketika wabah virus korona atau covid-19 kian mengkhawatirkan lantaran kini sudah ada 1.000 orang lebih yang terinfeksi di seluruh wilayah di Indonesia.
 
Meski sempat mengkhawatirkan dan membuat penjaga nilai tukar rupiah berkeringat dingin, namun tangan dingin otoritas moneter sukses membungkam amukan mata uang Paman Sam. 'Vitamin' yang diberikan untuk nilai tukar rupiah mampu membuat 'imunitas' meningkat dan akhirnya menjauhi level Rp17 ribu per USD.
 
Berdasarkan data yang dihimpun Medcom.id dari laman Bloomberg, Sabtu, 28 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada awal pekan atau pada perdagangan Senin, 23 Maret, berada di level Rp16.575 per USD. Kemudian pada Selasa, 24 Maret, nilai tukar rupiah sukses menguat dan berada di level Rp16.500. Pada Rabu, 25 Maret, perdagangan rupiah libur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan pada Kamis, 26 Maret, nilai tukar rupiah kembali pamer kekuatan dengan berada di posisi Rp16.305 per USD. Bahkan, intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan dibantu oleh pemerintah membuat nilai tukar rupiah memperlihatkan lagi otot-ototnya dan ditutup menguat pada akhir pekan ini atau Jumat, 27 Maret, di level Rp16.170 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat mencatat penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu dekade pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi ketika triliunan dolar stimulus oleh pemerintah dan bank sentral digelontorkan untuk meredam kejatuhan di pasar global akibat pandemi virus korona.
 
Pada Sabtu, 28 Maret 2020, dolar melonjak pada Maret karena jatuhnya pasar saham dan surat utang menyebabkan perebutan mata uang paling likuid di dunia. Tetapi janji belanja pemerintah yang besar dan upaya terkoordinasi oleh bank sentral di seluruh dunia untuk meningkatkan pasokan dolar telah mendukung reli dalam mata uang utama lainnya.
 
Dewan Perwakilan AS pada Jumat waktu setempat menyetujui paket bantuan senilai USD2,2 triliun -yang terbesar dalam sejarah Amerika- untuk membantu warga dan bisnis mengatasi kemerosotan ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah virus korona.
 
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya melemah 0,87 persen pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) menjadi 98,41. Indeks jatuh 3,90 persen minggu ini -penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2009. Indeks dolar pekan lalu telah mengumpulkan kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan.
 


 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif