NEWSTICKER
Gedung OJK. FOTO: OJK
Gedung OJK. FOTO: OJK

OJK Terapkan Stimulus Kredit Bank ke Debitur Terdampak Korona

Ekonomi ojk perbankan kredit
Husen Miftahudin • 20 Maret 2020 09:34
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan stimulus bagi industri perbankan untuk menangkal dampak negatif terjangan virus korona atau covid-19 terhadap pelaku usaha. Stimulus ini berupa pelonggaran penilaian kualitas kredit dan restrukturisasi kredit perbankan kepada debitur yang terdampak korona.
 
Kebijakan pemberian stimulus ini tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019. Pemberian stimulus untuk industri perbankan berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.
 
"Perbankan diharapkan dapat proaktif dalam mengidentifikasi debitur-debiturnya yang terkena dampak penyebaran covid-19 dan segera menerapkan POJK stimulus dimaksud," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Heru stimulus ini untuk mengurangi dampak terhadap kinerja dan kapasitas debitur yang diperkirakan akan menurun akibat wabah virus korona. Dampak negatif ini dinilai bisa meningkatkan risiko kredit yang berpotensi mengganggu kinerja perbankan dan stabilitas sistem keuangan.
 
Melalui kebijakan stimulus ini, perbankan juga memiliki pergerakan yang lebih luas sehingga pembentukan kredit macet dapat terkendali dan memudahkan memberikan kredit baru kepada debiturnya.
 
"POJK ini juga diharapkan menjadi countercyclical dampak penyebaran virus korona sehingga bisa mendorong optimalisasi kinerja perbankan. Khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.
 
Pemberian stimulus ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran virus korona, termasuk debitur usaha mikro kecil menengah (UMKM). Diterapkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai adanya mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan (moral hazard).
 
Terdapat dua stimulus yang diberikan otoritas kepada industri perbankan untuk para debitur yang terdampak korona. Pertama, penilaian kualitas kredit atau pembiayaan atau penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar.
 
Kedua, restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit atau pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit.
 
"Relaksasi pengaturan ini berlaku untuk debitur non-UMKM dan UMKM, dan akan diberlakukan sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan. Mekanisme penerapan diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan masing-masing bank dan disesuaikan dengan kapasitas membayar debitur," tutup Heru.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif