Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

CIMB Niaga Pacu Transaksi Digital Banking di Tengah Pandemi

Ekonomi cimb niaga indonesian masters
Angga Bratadharma • 13 Maret 2021 14:04
Jakarta: Perbankan terus memacu transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari aplikasi digital banking untuk memfasilitasi beragam kebutuhan masyarakat di tengah pandemi. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan ketersediaan QRIS di merchant mitra dan memberikan program menarik bagi para pengguna.
 
Head of Digital Banking, Branchless and Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi mengatakan transaksi menggunakan QRIS menjadi solusi bagi nasabah agar dapat memenuhi kebutuhan secara sehat dan aman di tengah kondisi yang masih menantang. Dalam hal ini, CIMB Niaga turut menyediakan fasilitas tersebut.
 
"Kami mendorong nasabah untuk bertransaksi secara cashless dan contactless lewat Scan QRIS OCTO Mobile. Dengan metode pembayaran ini nasabah tidak perlu membawa uang tunai atau mengeluarkan kartu debit/kredit, sehingga lebih praktis dan mudah," kata Bambang, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 13 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Per 31 Desember 2020, sebanyak 266.935 Electronic Data Capture (EDC) dan QR CIMB Niaga telah digunakan oleh merchant di berbagai daerah. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring akuisisi yang dilakukan perusahaan ke berbagai merchant di sektor retail.
 
Bambang menjelaskan, selain nasabah, merchant yang menyediakan QRIS OCTO Mobile juga diuntungkan. Karena QRIS OCTO Mobile telah sesuai dengan standar dari Bank Indonesia sehingga dapat menerima pembayaran dari berbagai penyedia QRIS lain baik bank maupun dompet digital. Tak hanya itu, proses dan administrasi transaksi pun menjadi lebih cepat dan efisien.
 
"Selain itu, nasabah juga dapat menghemat pengeluaran dengan memanfaatkan program cashback yang disediakan di merchant," kata Bambang.
 
Sebelumnya, CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasi (audited) sebesar Rp2 triliun di sepanjang 2020 dan menghasilkan earnings per share Rp80,72. Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat masing-masing sebesar 21,92 persen dan 82,91 persen per 31 Desember 2020.
 
Sedangkan total aset sebesar Rp280,9 triliun per 31 Desember 2020. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp207,5 triliun dengan rasio CASA sebesar 59,62 persen. Giro dan tabungan masing-masing tumbuh 14,1 persen secara tahun ke tahun (yoy) dan 14,4 persen secara yoy.
 
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan 2020 merupakan tahun yang menentukan dalam sejarah CIMB Niaga di tengah tantangan yang dihadapi industri perbankan sebagai dampak dari covid-19. Tigor menekankan tidak ada yang lebih penting pada 2020 dibandingkan dengan kelangsungan usaha.
 
"Langkah tersebut kami wujudkan dengan memprioritaskan kesejahteraan karyawan, membantu nasabah agar usaha mereka dapat terus berjalan dan kebutuhan finansial tetap terpenuhi, serta turut mendukung program pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional," pungkas Tigor.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif