Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

BoII Nyatakan Tak Terkait Perkara Eks Karyawan Bank Swadesi

Ekonomi Perbankan bank of india indonesia
Antara • 07 Januari 2021 10:22
Jakarta: PT Bank of India Indonesia (BoII) Tbk menyatakan tidak memiliki kaitan dengan proses hukum perkara pidana antara mantan karyawan Bank Swadesi dengan PT Ratu Kharisma. Saat ini kasus tersebut sedang berproses di tingkat penyelidikan Bareskrim Polri maupun proses kasasi di Mahkamah Agung (MA).
 
Head of HC & Transformation BoII M Joko Yunianto mengatakan penegasan tersebut disampaikan menyikapi adanya aksi yang menyeret BoII ke dalam pusaran masalah hukum tersebut. "Kami manajemen PT Bank of India Indonesia perlu melakukan klarifikasi atas adanya aksi yang cenderung mendiskreditkan BoII. Padahal, kami tidak memiliki kaitan apa pun dalam perkara pidana yang dilaporkan PT Ratu Kharisma terhadap mantan karyawan Bank Swadesi," kata Joko, dilansir Antara, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Dia menjelaskan bahwa Bank Swadesi yang telah berganti nama menjadi BoII justru selalu kooperatif pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan proses peradilan. BoII bahkan memberikan surat dan keterangan yang diminta dalam rangka penegakan hukum perkara tersebut, termasuk keterangan kepada instansi pemerintah terkait yang juga menerima pengaduan dari PT Ratu Kharisma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya BoII tidak ada kaitan sama sekali karena perkara pidana menyangkut tindakan masing-masing orang atau pribadi, terlebih sudah tidak bekerja di BoII," ujar Joko.
 
Terkait dugaan tindak pidana lelang jaminan PT Ratu Kharisma, Joko mengatakan pihak debitur pernah melaporkan pejabat lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Denpasar dan Direktur Utama Bank Swadesi yang saat ini sudah pensiun. Laporan itu telah diproses dan pengadilan menyatakan tidak terbukti bersalah.
 
Demikian pula terhadap mantan Direktur Utama Bank Swadesi yang juga telah memiliki putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Yakni, dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan yang dituduhkan.
 
Baca: Yunus Husein: Jangan Paksakan Kasus Perdata Jadi Pidana
 
Head of Credit Support BoII Muhammad Chotib mengatakan, dalam perkara perdata, pihaknya justru sebagai pihak yang dimenangkan dan mempunyai hak tagih sebesar Rp5.206.831.695 terhadap PT Ratu Kharisma yang hingga kini belum dibayar.
 
"Bahwa proses hukum telah berjalan sebagaimana mestinya, segala sesuatu yang menyangkut proses lelang hak tanggungan atas jaminan kredit PT Ratu Kharisma telah diuji oleh lembaga peradilan melalui delapan putusan perdata," kata Chotib.
 
Menurutnya, putusan satu dengan yang lain saling berkesesuaian. "Hal ini membuktikan bahwa semua proses lelang eksekusi hak tanggungan jaminan kredit yang dilakukan KPKNL Denpasar telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata dia.
 
Chotib pun mengajak semua pihak menghormati dan melaksanakan putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap.
 
(UWA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif