Head of Brand, Marketing Campaign & Digital Manulife Indonesia Henry Widagdo. (Foto: Dok. Manulife Indonesia)
Head of Brand, Marketing Campaign & Digital Manulife Indonesia Henry Widagdo. (Foto: Dok. Manulife Indonesia)

Memasuki Usia 25 Tahun, 2 Hal ini Harus Sudah Diperoleh

Ekonomi asuransi Manulife
Gervin Nathaniel Purba • 16 Agustus 2021 15:11
Jakarta: Beragam target yang musti dicapai ketika memasuki usia 25 tahun sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial awal tahun ini. Ada target yang realistis. Namun ada juga target yang dinilai sulit dicapai kecuali bagi kaum sultan. 
 
Ada yang sudah memiliki pendapatan kisaran Rp8 juta hingga Rp10 juta, ada yang sudah bisa membeli mobil dengan penghasilan sendiri, ada yang sudah keliling dunia, bahkan ada yang sudah mempunyai rumah. 
 
Ketika semua pencapaian itu dipamerkan di media sosial, tentu akan memberikan dampak bagi mereka yang belum mencapai semua itu. Ditambah lagi ada omongan yang menyudutkan perasaan dari lingkungan pertemanan maupun keluarga. Ada perasaan tertekan dan menurunnya rasa percaya diri. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi Head of Brand, Marketing Campaign & Digital Manulife Indonesia Henry Widagdo, jika belum mencapai semua target tersebut bukan berarti menunjukkan kegagalan. Jalan hidup masih panjang. Masih banyak yang bisa diperbaiki selama bekerja dengan sungguh-sungguh.
 
Menurut Henry, dua hal ini sebaiknya sudah diperoleh ketika memasuki usia 25 tahun.

1. Penghasilan

Usia 25 tahun harus sudah mempunyai penghasilan. Baik dengan kerja kantoran maupun wirausaha. 

2. Proteksi

Proteksi memang kerap terabaikan. Terutama bagi kaum muda. Padahal memiliki proteksi sangat penting untuk mengantisipasi biaya risiko yang tidak terduga.
 
"Disayangkan jika ada risiko dan terpaksa menghabiskan semua uang yang sudah kita kumpulkan dengan jerih payah," kata Henry, dalam program Do It Metro TV, Senin, 16 Agustus 2021.
 
Di samping itu, Henry juga berpesan kepada kaum muda, khususnya yang memasuki usia 25 tahun, untuk bisa mempelajari kunci sukses dari orang lain yang sudah mencapai target kesuksesan. 
 
Misalnya, buku yang dibaca orang tersebut, lingkungan pergaulannya, dan berbagai kebiasaan lainnya. Hal ini bisa dijadikan motivasi agar bisa meraih pintu kesuksesan.
 
"Jangan lupa juga sukses itu perlu proses. Kadang-kadang berjalan mulus. Kadang-kadang tidak. Tidak ada sesuatu yang instan," katanya.
 

 


 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif