Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

BI Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga Acuan di 3,5%

Ekonomi Bank Indonesia bi rate suku bunga
Angga Bratadharma • 22 Juli 2021 08:40
Jakarta: Analis Samuel Sekuritas Indonesia Calista Riva Muskitta memperkirakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau (BI7DRRR) di angka 3,5 persen. Hal itu didasari oleh nilai tukar yang masih bergejolak dan indeks dolar Amerika Serikat (USD) yang semakin menguat.
 
"Sentimen positif di bursa masih akan berlanjut, tapi akan sedikit tertahan karena para pelaku pasar menunggu pengumuman hasil RDG BI. Hari ini ECB juga akan melakukan pertemuan membahas arah kebijakan moneter di Eropa," kata Calista, dalam risetnya, Kamis, 22 Juli 2021.
 
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Juni 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, serta upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi. BI juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran Indonesia untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi.
 
Sementara itu, kinerja perekonomian dunia terus membaik sesuai perkiraan, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun. Perkembangan tersebut terutama ditopang oleh pemulihan ekonomi AS yang semakin kuat, serta perbaikan ekonomi di Tiongkok dan sejumlah negara di Kawasan Eropa yang terus berlangsung sejalan percepatan vaksinasi.
 
Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso masih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 ini, meski pemerintah telah memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas dan sosial masyarakat hingga lebih dari tiga pekan.
 
Pada awalnya, pembatasan aktivitas dan sosial masyarakat melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat diberlakukan pada 3-20 Juli 2021. Guna menekan angka pertumbuhan kasus infeksi covid-19 di Tanah Air, pemerintah kembali memperpanjang kebijakan tersebut hingga 25 Juli 2021.
 
"Kami memantau perkembangan situasi saat ini dan kami masih optimistis dengan pertumbuhan ekonomi seiring dengan proyeksi pemulihan ekonomi nasional," pungkas Wimboh.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif