Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry
Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry

Menanti Data Inflasi, IHSG Bakal Keok di Akhir September

Annisa ayu artanti • 30 September 2022 09:00
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir September 2022 diprediksi melemah. Pelemahan dipicu oleh posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar dan sikap investor yang menanti rilis data inflasi.
 
"Dari dalam negeri pergerakan masih ditekan pelemahan nilai tukar rupiah serta menanti rilis data inflasi," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper dalam riset Jumat, 30 September 2022.
 
Selain itu pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh faktor global, yaitu dari AS akan merilis data ekonomi GDP serta data ketenagakerjaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengacu bursa AS pergerakan tiga indeks utama juga melemah. Indeks Dow Jones ditutup minus 1,54 persen, NASDAQ ditutup melemah 2,84 persen, dan S&P 500 terkontraksi 2,11 persen.
 
Baca juga: Wall Street Terjun Bebas, S&P 500 Sentuh Level Terendah: Ini Biang Keroknya

"Wall Street ditutup melemah tajam di tengah kekhawatiran bahwa keagresifan Federal Reserve melawan inflasi dapat melumpuhkan ekonomi Amerika Serikat (AS)," ujarnya.
 
Di sisi lain, tekanan bursa AS juga terjadi karena investor khawatir tentang kekalahan di mata uang global dan pasar utang.
 
"Kinerja pasar saham AS di sesi ini mendapat terseret oleh saham emiten kelas berat pada sektor teknologi. Di mana, Apple Inc dan Nvidia Corp yang merosot lebih dari empat persen. Aksi jual pada pasar obligasi AS berlanjut karena pejabat The Fed tidak memberikan indikasi akan menurunkan agresifitas kenaikan suku bunga," tuturnya.
 
Untuk perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak melemah pada kisaran level support 6.952-6.994 dan resistance 7.106-7.176.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif