Ilustrasi Bank BNI - - Foto: Antara/ Fanny Octavianus
Ilustrasi Bank BNI - - Foto: Antara/ Fanny Octavianus

BNI Cetak Laba Bersih Rp4,46 Triliun di Masa Pandemi

Ekonomi bni Perbankan laporan keuangan
Antara • 18 Agustus 2020 18:20
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp4,46 triliun selama semester pertama 2020. Laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan realisasi penyaluran kredit yang tetap tumbuh di tengah pandemi covid-19.
 
"Perlambatan kinerja ekonomi Indonesia dan global secara bersamaan, namun capaian cukup baik dan melampaui perkiraan sebelumnya," kata Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati dikutip dari Antara, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
Menurutnya DPK pada paruh pertama 2020 tumbuh sebesar 11,3 persen. Jumlah tersebut naik dari Rp595,07 triliun pada 2019 menjadi Rp662,38 triliun. Bank BUMN ini mencatat pertumbuhan DPK lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan DPK untuk level industri per Juni 2020 yang tumbuh 7,9 persen dibandingkan 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dana murah (CASA) sebagai prioritas utama agar dapat memperbaiki biaya dana atau cost of fund yang per semester pertama 2020 mencapai 2,9 persen," imbuh dia.
 
Adapun capaian cost of fund itu membaik sebesar 30 basis poin (bps) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,2 persen. Hal ini mendorong penurunan beban bunga semester pertama sebesar -5,6 persen. Dengan begitu, BNI dapat menjaga marjin bunga bersih (NIM) pada level 4,5 persen di tengah kondisi bisnis yang menantang akibat pandemi ini.
 
Sementara itu, realisasi penyaluran kredit BNI pada enam bulan pertama tahun ini tumbuh sebesar lima persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Realisasi kredit naik dari Rp549,23 triliun menjadi Rp 576,78 triliun atau sudah menyalurkan kredit sebesar Rp27,5 triliun.
 
"Pertumbuhan itu sejalan dengan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, sehingga ekspansi kredit didukung dengan kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah, di antaranya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 tentang Penempatan Dana Pemerintah di Bank Umum," jelasnya.
 
Ia menambahkan pertumbuhan kredit dikontribusi oleh kredit korporasi swasta yang tumbuh 12,6 persen dari Rp174,3 triliun pada semester pertama 2019 menjadi Rp196,32 triliun pada semester pertama 2020.
 
Kemudian kredit korporasi BUMN tumbuh 6,1 persen dari Rp111,04 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp117,8 triliun pada semester I-2020. Selain itu, kredit segmen kecil dan konsumer juga menunjukkan pertumbuhan, masing-masing sebesar 3,4 persen dan 3,9 persen.
 
Pertumbuhan kredit pada segmen kecil terutama berasal dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit di bawah Rp10 miliar, sedangkan kredit konsumer berasal dari mortgage dan kredit tanpa agunan melalui gaji atau payroll loan.

 
"Pertumbuhan kredit yang selektif dan terukur yang disertai dengan penurunan beban bunga yang signifikan menghasilkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp17,7 triliun atau tumbuh satu persen," pungkas dia. 
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif