NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Investor Masih Waspada, IHSG Bakal Tertekan

Ekonomi ihsg
Ade Hapsari Lestarini • 16 Maret 2020 08:57
Jakarta: Efek wabah virus korona pada pasar domestik masih akan mendominasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini.
 
"Kami menilai, efek virus korona pada pasar domestik masih akan mendominasi pasar pada hari ini dan berpotensi menurunkan frekuensi transaksi dan menekan pergerakan IHSG," tutur tim analis Samuel Sekuritas dalam hasil risetnya, Senin, 16 Maret 2020.
 
Selain itu, data Neraca Perdagangan Indonesiaperiode Februari 2020 yang akan diumumkan hari ini diperkirakan oleh consensus akan turun enam persen untuk ekspor dan turun 3,08 persen untuk impor (Januari 2020 ekspor -3,71 persen dan impor -4,78 persen).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


IHSG yang turun hingga -4,5 persen selama lima hari perdagangan pekan lalu cukup menekan optimisme investor. Terutama pelemahan yang juga terjadi pada komoditas emas dan minyak dunia.
 
Selain itu, mengawali minggu ini, The Fed menurunkan tingkat suku bunga sebesar 100 basis poin (bps) menjadi 0,25 persen dan melancarkan quantitative easing (QE) sebesar USD700 miliar yang diharapkan dapat membantu pelemahan ekonomi yang terjadi.
 
Sementara di pasar Eropa, akan digelontorkan rencana QE sebesar 120 miliar dari euro oleh Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) yang turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap krisis Eropa.
 
Pekan lalu, pasar AS turut ditutup positif merespons pernyataan The Fed yang akan mendorong pasar dengan melakukan pembelian bertahap dimulai dengan obligasi tenor 30 tahun serta wacana pembebasan pajak dari Presiden Trump.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) pun langsung melonjak 9,36 persen menjadi 23.185 diikuti Nasdaq 9,35 persen menjadi 7.874 dan indeks S&P500 naik 9,29 persen ke level 2.711. Sementara indeks EIDO tercatat naik 7,37 persen.
 
Adapun IHSG Jumat ditutup menguat 0,24 persen menjadi 4.907 didorong oleh sektor infrastruktur dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp581,2 miliar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif