Mata uang rupiah. Foto : MI.
Mata uang rupiah. Foto : MI.

Ini Nih yang Bikin Rupiah Berhasil Menguat Tipis

Arif Wicaksono • 29 September 2022 15:53
Jakarta: Mata uang rupiah beruntung menguat tipis. Mata uang rupiah menguat karena data dari Amerika Serikat (AS) yang buruk menyiratkan prospek ekonomi AS memburuk yang bisa menekan laju dolar AS.
 
baca juga: Ini Nih yang Bikin Rupiah Perkasa di Kamis Pagi

Bloomberg melansir mata uang rupiah ke level Rp15.262 per USD atau melemah empat bps atau 0,03 persen pada penutupan perdagangan Kamis, 29 September 2022. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah berada pada level Rp15.260 per USD.
 
Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra dikutip dari Antara, Kamis, 29 September 2022, mengatakan dolar AS terlihat melemah terhadap major currency karena data perumahannya (pending home sales) pada Agustus, mengalami penurunan dua persen, sehingga pasar berekspektasi ekonomi AS mulai melemah.
 
Mengutip investing.com, laporan penjualan rumah tertunda atau pending home sales yang dirilis The National Association of Realtors (NAR) mengukur perubahan jumlah rumah yang telah memiliki kontrak jual namun masih menunggu finalisasi transaksi, tidak termasuk pembangunan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat dianggap sebagai positif atau optimistis untuk dolar AS, sedangkan data lebih rendah dari ekspektasi dapat dianggap sebagai negatif atau pesimis untuk dolar AS.
 
"Meskipun rupiah terlihat menguat pagi ini, tapi efek dari ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS masih berpotensi menekan rupiah lagi ke depannya," ujar Ariston.
 
Bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang memimpin perjuangan global melawan lonjakan inflasi, berubah menjadi lebih agresif baru-baru ini dengan memberi sinyal kenaikan suku bunga lebih lanjut.
 
Pesan itu diperkuat semalam oleh Presiden The Fed Chicago Charles Evans, Presiden The Fed St Louis James Bullard dan Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari, dengan Evans mengatakan bank sentral perlu menaikkan suku bunga ke kisaran antara 4,5 persen dan 4,75 persen.
 
Sebelumnya The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) lagi pada pertemuan September ini dan merupakan ketiga kalinya secara berturut-turut.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif