Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Mampu Tekan Biaya, Kinerja LPKR Bisa Menguat hingga Akhir Tahun

Ekonomi Emiten lippo karawaci
Ade Hapsari Lestarini • 24 November 2020 15:30
Jakarta: Analis pasar saham Sukarno Alatas memprediksi kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tetap bersinar hingga akhir tahun. Data per Oktober, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp8,58 triliun, lebih stabil dibandingkan tahun lalu.
 
Menurut dia, peningkatan pendapatan perseroan di saat kondisi industri lesu, secara tidak langsung menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Dia melihat dari rasio operating profit margin (OPM) dan EBITDA margin yang meningkat dibandingkan periode tahun sebelumnya. Kondisi ini diartikan kinerja terus membaik, kendati belum mampu menekan beban.
 
"Secara tidak langsung bisa dikatakan kinerja LPKR bagus karena mampu tumbuh disaat pendemi," kata Sukarno, dalam keterangan resminya, Selasa, 24 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan kinerja LPKR, ke depannya masih berpeluang tumbuh, jika perusahaan mampu menekan biaya-biaya. Dengan tren turunnya suku bunga, juga akan menjadi sentimen positif untuk sektor properti ke depannya.
 
Berdasarkan data Bloomberg, margin laba usaha Lippo Karawaci tercatat 5,62 persen pada kuartal III-2020, sedangkan di kuartal III-2019 OPM tercatat -10,46 persen. Margin EBITDA LPKR di kuartal tiga ini juga tercatat sebesar 38,01 persen, meningkat bila dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu yang sebesar 37,72 persen.
 
Selain itu anak usaha LPKR, yakni Lippo Cikarang, kinerjanya juga membaik dilihat dari pertumbuhan pendapatan dan laba. Selain itu ada peningkatan rasio profitabilitas baik itu rasio gross profit margin (GPM), OPM, dan net profit margin (NPM).

Kinerja perseroan

CEO LPKR John Riady menyampaikan pertumbuhan pendapatan perseroan naik sebanyak 38,7 persen year on year (yoy) pada sembilan bulan 2020 seiring dengan pertumbuhan marketing sales dan penyelesaian proyek. Pendapatan pada sembilan bulan 2020 menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,71 triliun pada sembilan bulan di 2019.
 
Sementara marketing sales naik sebanyak 100 persen secara yoy pada sembilan bulan 2020 menjadi Rp2,28 triliun dari Rp1,14 triliun pada sembilan bulan 2019 didorong oleh peluncuran perumahan terjangkau di level Holdco.
 
Adapun pendapatan dari Real Estate Management & Services turun tipis 9,1 persen ke level Rp6,15 triliun di sembilan 2020 dari Rp6,76 triliun pada sembilan bulan di 2019 karena rumah sakit, mal dan hotel mulai memperlihatkan sedikit peningkatan setelah dilakukan pembukaan kembali.
 
John menyampaikan, sebagai salah satu perusahaan real estat di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, pendapatan Real Estate Development meningkat sebesar 38,7 persen menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,71 triliun karena bisnis inti properti perseroan mulai menunjukkan perbaikan.
 
Bisnis Real Estate Management & Services, pendapatan pada sembilan bulan periode 2020 turun tipis 9,1 persen mencapai Rp6,15 triliun. Sementara pada periode sama tahun lalu sebesar Rp6,76 triliun. Hal ini terjadi karena rumah sakit, mal, dan hotel terus dihadapkan dengan kondisi yang menantang akibat dari pandemi.
 
"Secara konsolidasi, pendapatan LPKR secara yoy tidak mengalami perubahan. Pendapatan konsolidasi pada sembilan bulan 2020 sebesar Rp8,58 triliun dibandingkan dengan Rp8,56 triliun pada sembilan bulan di 2019," ucap John.
 
LPKR membukukan laba bruto konsolidasian di sembilan bulan 2020 sebesar Rp3,32 triliun dari Rp3,29 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Laba bruto pada segmen Real Estate Development naik sebesar 71,2 persen yoy menjadi Rp934 miliar di sembilan bulan 2020 dari Rp545 miliar pada sama tahun lalu.
 
Sedangkan laba bruto lini bisnis Real Estate Management & Services (rumah sakit, mal, dan lainnya) turun sebanyak 12,3 persen yoy menjadi Rp2,32 triliun pada sembilan bulan 2020 dari Rp2,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
 
Selanjutnya pelepasan lindung nilai yang proaktif, peluncuran obligasi, retap obligasi dan divestasi First REIT membantu memperbaiki neraca keuangan. Pada paruh pertama 2020, LPKR memperkuat posisi kas dan mengubah jatuh tempo utang dengan cara refinancing obligasi perseroan yang jatuh tempo pada 2022, dan memperpanjang jatuh tempo hingga 2025.
 
Saldo kas dan setara kas pada semester I-2020 sebesar Rp4,54 triliun dibandingkan dengan Rp4,69 triliun pada akhir 2019. Perseroan meningkatkan posisi kas sebanyak Rp860 miliar dari pelepasan lindung nilai yang ada dan menggantinya dengan lindung nilai dolar pada Rp15 ribu ke Rp17.500 pada semester I-2020.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif