NEWSTICKER
Bank Indonesia. Foto : MI.
Bank Indonesia. Foto : MI.

Cegah Penyebaran Korona, BI Tutup Layanan Kas Keliling

Ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 16 Maret 2020 17:42
Jakarta: Bank Indonesia (BI) membatasi layanan sistem pembayaran tunai yang banyak melibatkan interaksi sosial. Salah satunya dengan menutup atau meniadakan sementara layanan kas keliling di seluruh Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
 
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan langkah tersebut sejalan dengan koordinasi dan sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asesmen, dan mitigasi implikasi penyebaran virus korona atau covid-19.
 
"BI juga menutup sementara layanan penukaran uang rusak dan klarifikasi uang palsu oleh masyarakat maupun perbankan di seluruh Indonesia," ujar Onny dalam keterangan tertulis yang dinukil melalui laman resmi BI, Senin, 16 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, layanan seperti kunjungan publik ke BI, Visitor Center BI, Museum Bank Indonesia, dan Perpustakaan Bank Indonesia ditutup untuk sementara waktu. Penutupan berlaku mulai hari ini, Senin, 16 Maret 2020.
 
Meskipun demikian sejumlah layanan minim interaksi tatap muka, akan beroperasi normal seperti biasanya. Di antaranya layanan BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), transaksi operasi moneter rupiah dan valuta asing (valas) yang didukung sistem Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS).
 
Selanjutnya mengoperasikan secara normal layanan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP), serta layanan penarikan dan penyetoran uang rupiah dari perbankan atau Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR).
 
"BI berkomitmen tetap menyelenggarakan tugas dan layanan publik untuk memastikan terjaganya stabilitas moneter, stabilitas keuangan, terselenggaranya layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal, efisien, serta memastikan ketersediaan uang rupiah di masyarakat," tegas Onny.
 
Ke depan, sebutnya, Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya guna mencermati dan memantau perkembangan penyebaran covid-19 termasuk implikasinya terhadap perekonomian nasional.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif