NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/BARY FATHAHILAH
Ilustrasi. Foto: MI/BARY FATHAHILAH

BI Siapkan Uang Tunai Rp450 Triliun untuk 6 Bulan

Ekonomi bank indonesia Virus Korona
Husen Miftahudin • 26 Maret 2020 19:29
Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus mempererat kerja sama dengan industri perbankan dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk menyediakan uang tunai di mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Hal tersebut guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan stok uang tunai yang ada di bank sentral lebih dari cukup. Jumlahnya, sekitar Rp450 triliun untuk pemenuhan kebutuhan uang tunai selama enam bulan ke depan.
 
"Stok (uang tunai) kami itu lebih dari cukup untuk memenuhi hampir enam bulan kebutuhan yang kurang lebih Rp450-an triliun. Jadi kami memastikan kepada masyarakat bahwa kami mempunyai stok yang lebih dari cukup," ujar Perry melalui telekonferensi dari kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 26 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Perry juga memastikan pihaknya telah mengkarantina uang tunai yang disetorkan perbankan kepada bank sentral selama 14 hari. Langkah tersebut telah dilakukan Bank Indonesia sejak penetapan masa darurat akibat virus korona (covid-19) hingga 29 Mei 2020.
 
"Kami sudah menambah suplai-suplai uang di ATM dengan uang baru. Kami terima kasih kepada perbankan dan ASPI dengan kerja sama kita yang erat," ucap dia.
 
Setidaknya terdapat 46 kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah-daerah yang ditugaskan untuk bekerja sama dengan perbankan dalam menyediakan dan mendistribusikan uang tunai emisi baru melalui mesin ATM.
 
"Kami juga melakukan koordinasi dan menginstruksikan seluruh 46 kantor-kantor BI di seluruh Indonesia agar mereka juga bekerja sama dengan perbankan dan industri sistem pembayaran untuk terus mengganti uang-uang di ATM dengan yang baru dan mengkarantina (uang tunai yang disetorkan perbankan)," jelas Perry.
 
Di sisi lain, ia juga meminta masyarakat untuk lebih menggunakan uang non tunai dalam bertransaksi. Selain minim potensi penyebaran covid-19, transaksi nontunai juga memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
 
"Kami bersama dengan industri keuangan, perbankan, dan sistem pembayaran terus melakukan upaya-upaya untuk melakukan transaksi secara nontunai. Masyarakat bisa melakukan transaksi nontunai dengan menggunakan uang elektronik, mobile banking, internet banking, dan itu bisa dilakukan dari rumah," ungkapnya.
 
Apalagi industri pembayaran dan bank sentral juga memberikan ragam promo menarik dalam bertransaksi nontunai. Di antaranya memperpanjang periode promosi merchant discount rate (MDR) melalui pembayaran berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS). Tarif MDR yang semula 0,7 persen menjadi nol persen alias gratis.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia juga mempermudah sistem transfer dana elektronik melalui kliring debet dan kliring kredit. Dalam hal ini, bank sentral sudah menurunkan transfer kliring melalui SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia).
 
"Sekarang, transaksi nontunai juga jauh lebihh mudah karena ada QRIS yang sudah kami kampanyekan di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, penggunaan uang nontunai melalui elektronifikasi akan lebih mudah dengan QRIS ini," pungkas Perry.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif