Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Doyan Belanja? Ini Cara Pintar Atur Keuangan bagi si Boros

Ekonomi belanja online tips keuangan shopee
Ade Hapsari Lestarini • 22 Januari 2021 13:29
Jakarta: Literasi keuangan digital masyarakat Indonesia dinilai masih rendah, yakni hanya sekitar 35,5 persen dari total populasi. Oleh karena itu masyarakat Indonesia terus didorong agar selangkah lebih maju dalam merencanakan gaya hidup finansial mereka.
 
Terkait hal ini, ShopeePay, salah satu penyedia layanan pembayaran digital di Indonesia, meneruskan inisiatif Shopee dalam memberikan resolusi bagi setiap orang untuk mengadopsi kebiasaan smart spending.
 
"Adopsi pembayaran digital sangat penting bagi ShopeePay dan kami ingin mendorongnya dengan menciptakan komunitas yang melek secara finansial," ujar Marketing Manager ShopeePay Cindy Candiawan, dalam keterangan resminya, Jumat, 22 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cindy menambahkan pihaknya mendukung masyarakat Indonesia agar mulai terbiasa menjadi smart spender di tahun baru ini, terlebih pada setiap tanggal gajian, melalui ShopeePay Mantul Sale.
 
Growth consultant yang berfokus pada pengembangan diri, karier, dan finansial, Jonathan End, memiliki visi yang sama dengan ShopeePay untuk mempopulerkan kebiasaan smart spending di antara masyarakat Indonesia.
 
Menurut Jonathan, situasi pandemi telah mengganggu kondisi perekonomian. Sehingga kita perlu memiliki bujet tambahan untuk konsumsi vitamin, makanan bergizi, olahraga, dan produk kesehatan. Tanpa adanya perencanaan keuangan yang matang, hal ini akan terasa sulit dan perjalanan menjadi seorang smart spender pun akan penuh tantangan.
 
"Masih banyak yang belum mengerti cara mengatur prioritas keuangan untuk dana darurat, pengeluaran sehari-hari dan investasi. Hal ini membuat banyak yang tidak bisa mengendalikan keuangannya sehingga mengkhawatirkan masa depannya. Oleh karena itu, penting untuk kita mempunyai pemahaman tentang financial planning," jelas Jonathan.
 
Berbelanja bukanlah alasan untuk memiliki cash flow yang tidak sehat. Jonathan juga membagikan tiga tips sederhana untuk mulai menjadi seorang smart spender, terutama saat sangat berantusias untuk belanja:

Membuat list

Tuliskan semua barang yang dibutuhkan dan pilah mana yang akan menjadi prioritas untuk dibelanjakan dahulu.

Membagi pemasukan ke proporsi 50-30-20

Alokasikan 50 persen dari total gaji untuk keperluan sehari-hari dan tagihan, 30 persen untuk dana darurat, investasi, dan tabungan. Sedangkan 20 persen untuk lifestyle dan berbelanja.

Memanfaatkan promo online

Berburu cash back, diskon, dan ongkos kirim untuk mendapatkan barang dan ongkir yang jauh lebih murah agar tabungan tetap aman.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif