Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: MI/ Panca Syurkani

BI Tekankan Sinergi Kebijakan Dorong Pemulihan Ekonomi

Ekonomi Bank Indonesia pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 16 Oktober 2020 20:37
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan domestik dan kerja sama internasional untuk meningkatkan resiliensi perekonomian serta mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam menghadapi dampak pandemi covid-19.

"Respons kebijakan berskala besar (extraordinary) di berbagai bidang, khususnya bidang moneter, fiskal, keuangan, dan kesehatan, yang diambil oleh berbagai negara di dunia telah mulai mendorong pemulihan ekonomi global," ucap Perry dalam pertemuan secara virtual yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Sejalan dengan itu, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) merevisi ke atas proyeksi ekonomi global 2020 menjadi minus 4,4 persen. Angka proyeksi ini lebih baik daripada proyeksi pada Juni 2020 sebesar minus 4,9 persen.
 
Perbaikan tersebut sejalan dengan realisasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2020 yang lebih baik dari prediksi semula, terutama di negara maju, dan aktivitas ekonomi yang mulai meningkat pascapelonggaran pembatasan sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di tengah berbagai risiko tersebut, pemulihan ekonomi global diperkirakan masih bersifat parsial, tidak merata, dan dipenuhi ketidakpastian," kata IMF dari rilis yang dikeluarkan Bank Indonesia tersebut.
 
IMF memandang positif dilanjutkannya respons kebijakan yang bersifat extraordinary yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan ekonomi di masing-masing negara.
 
Dalam jangka pendek, kebijakan perlu diprioritaskan pada upaya untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai bagi layanan kesehatan, meningkatkan kepercayaan pasar, mengatasi dampak krisis terhadap lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
Sementara dalam jangka menengah, dukungan kebijakan perlu dilakukan secara lebih terarah dan diprioritaskan untuk memulihkan produktivitas guna meningkatkan kapasitas perekonomian yang menyusut akibat dampak pandemi covid-19.
 
"Selain itu, kerja sama multilateral sangat penting untuk memperkuat upaya bersama memerangi krisis kesehatan dan ekonomi," tutup IMF.
 
Meskipun demikian, prospek pertumbuhan perekonomian global masih dibayangi risiko akibat perkembangan pandemi yang belum sepenuhnya terkendali, volatilitas aliran modal sebagai akibat perubahan sentimen pasar, peningkatan beban utang, kerentanan di sektor keuangan, serta peningkatan kemiskinan dan ketimpangan.
 
"Di tengah berbagai risiko tersebut, pemulihan ekonomi global diperkirakan masih bersifat parsial, tidak merata, dan dipenuhi ketidakpastian," kata IMF dari rilis yang dikeluarkan Bank Indonesia tersebut.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif