NEWSTICKER
Illustrasi. MI/Adam Dwi.
Illustrasi. MI/Adam Dwi.

BEI Tidak akan Tutup Perdagangan Seperti Filipina

Ekonomi ihsg bei pasar saham virus corona
Annisa ayu artanti • 18 Maret 2020 16:39
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak akan mengikuti jejak Filipina yang menutup seluruh perdagangan pasar keuangannya pada Selasa, 17 Maret 2020 akibat merebaknya virus korona (covid-19).
 
Secara year to date (ytd), posisi IHSG sudah turun 31,46 persen ke level 4.317,96. Posisi ini tidak jauh berbeda dengan penurunan yang terjadi di bursa Filipina, PSEi yang sudah turun 31,73 persen.
 
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan bursa tidak akan melakukan kebijakan ekstrem seperti yang dilakukan Filipina.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada wacana penutupan bursa ala Filipina," kata Laksono kepada Medcom.id, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Menurutnya, lebih baik tidak mengambil langkah tersebut karena dengan tetap dibukanya bursa akan memfasilitasi permintaan jual dan beli investor.
 
"Bursa-bursa lain tidak tutup juga dan sebaiknya bursa tetap buka untuk mengakomodasi permintaan beli dan jual investor," sebut dia.
 
Laksono menegaskan, bursa tetap akan melakukan upaya-upaya untuk menjaga tren pergerakan pasar agar tidak semakin tergerus. Namun, ia belum mau membeberkan siasat tersebut saat ini.
 
"Ya cari kebijakan lain, nanti saaatnya akan diumumkan ke publik juga," tukasnya.
 
Sebelumnya, bursa telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menggairahkan pasar seperti short selling, auto rejection asimetris, buyback saham, pembekuan perdagangan sementara (trading halt), dan haircut.
 
Bursa juga terus mengajak pengelola dana publik untuk membeli saham saat harga sedang murah saat ini. Namun, belum ada sinyal pergerakan indeks menuju zona hijau.
 
Seperti diketahui bursa sebelumnya telah melakukan dua kali penutupan perdagangan. Pertama pada tahun 2000, saat gedung bursa yang masih bernama Bursa Efek Jakarta terjadi tragedi bom yang menewaskan 15 orang. Kemudian pada 2008 saat terjadinya krisis. Waktu itu indeks turun sebesar 10,38 persen ke posisi 1.451,67.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif