Foto: AFP.
Foto: AFP.

Semester I-2020

Merosot, Adira Finance Bukukan Laba Rp597 Miliar

Ekonomi adira dinamika multifinance
Angga Bratadharma • 05 Agustus 2020 12:09
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance membukukan laba bersih sebesar Rp597 miliar pada semester I-2020 atau turun sebanyak 37 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pelemahan terjadi sejalan dengan pandemi covid-19 yang menghantam perekonomian Indonesia.
 
Sedangkan total pembiayaan baru Adira Finance sepanjang semester I-2020 turun sebanyak 47 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp10,1 triliun, sejalan dengan penurunan pada industri otomotif. Hal ini disebabkan lesunya daya beli masyarakat, dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang sebagian besar aktivitas ekonomi diberhentikan sehingga berdampak pada pada pembiayaan mobil dan motor.
 
Total penjualan segmen sepeda motor dan mobil masing-masing mengalami penurunan menjadi Rp4,7 triliun dan Rp3,6 triliun di semester I-2020. Sementara segmen non-automotive tercatat sebesar Rp1,8 triliun. Adapun sejak April 2020, Adira Finance telah memberikan bantuan kepada konsumen yang secara langsung terkena dampak pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bantuan itu, kata Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli, dalam bentuk restrukturisasi kredit. Adapun konsumen yang memenuhi syarat untuk restrukturisasi tentunya sudah sesuai dengan kriteria yang diarahkan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
"Hingga 30 Juni 2020, jumlah konsumen yang telah melakukan restrukturisasi sebesar 745 ribu kontrak atau sekitar Rp17,4 triliun," kata Hafid Hadeli, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Hafid menambahkan total piutang yang dikelola pada semester I-2020 sebesar Rp50,4 triliun, turun tujuh persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di tengah pandemi ini Adira Finance terus berupaya melayani kebutuhan konsumen dan mitra dengan tetap menyalurkan pembiayaan baru secara selektif yang disesuaikan pada kondisi pasar saat ini.
 
"Untuk mendukung masa new normal, kami telah melakukan inovasi pelayanan dengan menghadirkan aplikasi mobile/platform online," kata Hafid Hadeli.
 
Segmen pembiayaan baru pada sepeda motor baru di semester I-2020 tercatat mengalami penurunan sebesar 47 persen yoy menjadi Rp 3,8 triliun. Honda masih berkontribusi terbesar dengan komposisi sebesar 65 persen dari total pembiayaan sepeda motor baru, dikuti oleh Yamaha 29 persen, dan Kawasaki empat persen.
 
Selain itu, pembiayaan mobil baru di semester I-2020 sebesar Rp2,2 triliun, turun 51 persen yoy dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Segmen mobil baru komersial tercatat mengalami penurunan sebesar 47 persen menjadi Rp1,1 triliun, sementara segmen mobil baru penumpang turun 53 persen yoy menjadi Rp1,1 triliun.
 
Dari sisi keuangan, Adira Finance membukukan pendapatan bunga Rp5,8 triliun, relatif flat atau sedikit turun sebesar satu persen yoy dan beban bunga turun dua persen yoy menjadi Rp2,3 triliun pada semester I-2020. Pendapatan bunga bersih relatif flat menjadi Rp3,6 triliun, menghasilkan margin bunga bersih sebesar 13,5 persen.
 
Beban operasional tercatat tumbuh tipis sebesar satu persen yoy menjadi Rp3,9 triliun di semester I-2020. Biaya kredit meningkat sebesar 22 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya serta adanya biaya kerugian atas restrukturisasi sebesar Rp298 miliar.
 
"Sehingga membawa laba bersih menjadi Rp597 miliar, turun sebesar 37 persen yoy. Per Juni 2020, rasio ROA dan ROE masing-masing tercatat sebesar 3,5 persen dan 16,0 persen," ucapnya.
 
Per posisi 30 Juni 2020, NPL mengalami kenaikan berada pada level 3,1 persen dibandingkan dengan tahun lalu, namun masih dalam batas yang terkendali. Kenaikan ini terjadi dikarenakan dampak dari pandemic covid-19 pada kuartal II-2020. Manajemen akan lebih berhati-hati dan selektif dalam penyaluran pembiayaan baru terutama pada sektor yang terdampak covid-19.
 
"Gearing ratio turun dari 3,4 kali menjadi 2,7 kali per posisi Juni 2020, yang jauh lebih rendah dari peraturan OJK yang diatur pada 10 kali," ujarnya.
 
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menambahkan dalam menghadapi kondisi krisis pandemi saat ini Adira Finance telah memenuhi tingkat likuiditas dan kebutuhan pendanaan. Adira Finance memiliki sumber pendanaan yang terdiversifikasi meliputi pembiayaan bersama dengan Bank Danamon, dan pinjaman eksternal.
 
Pada awal 2020, lanjut Made, Adira Finance memperoleh pinjaman sindikasi offshore sebesar USD300 juta. Pada Juli 2020, Adira Finance telah menerbitkan Obligasi PUB V dan Sukuk Mudharabah IV Tahun 2020 senilai Rp1,5 triliun dan menandatangani fasilitas stand by dari Bank MUFG sebesar USD280 juta.
 
"Per 30 Juni 2020, komposisi pinjaman eksternal kami terdiri atas 60 persen pinjaman bank baik onshore dan offshore dan 40 persen berasal dari obligasi dan sukuk," pungkas Made Susila.
 
(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif