Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kenaikan Cadangan Devisa Beri Kepercayaan untuk Hadapi Ketidakpastian Ekonomi

Ekonomi Cadangan Devisa Utang Luar Negeri Bank Indonesia
Eko Nordiansyah • 10 Mei 2021 13:18
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2021 sebesar USD138,8 miliar dibandingkan USD137,1 miliar pada akhir Maret 2021. Kenaikan cadangan devisa ini dinilai akan memberi  kepercayaan bagi upaya pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian.
 
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengatakan, kenaikan cadangan devisa tidak bisa dinilai sebagai bangkitnya perekonomian. Terlebih ia menyebut, kenaikan cadangan devisa terjadi karena pencairan utang luar negeri pemerintah untuk membiayai pemulihan ekonomi nasional.
 
"Kenaikan cadangan devisa tidak bisa dijadikan ukuran pulihnya ekonomi. Tetapi memang dengan cadangan devisa yang meningkat, akan ada confident untuk menghadapi berbagai ketidakpastian di depan," kata dia kepada Medcom.id, Senin, 10 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Piter memperkirakan, cadangan devisa dalam beberapa bulan kedepan masih berpeluang meningkat dengan asumsi nilai tukar rupiah terjaga stabil. Namun dalam jangka menengah panjang, ia menyebut sulit bagi cadangan devisa terus meningkat di tengah risiko global yang tidak pasti.
 
"Dalam jangka menengah panjang sulit untuk terus meningkat. Karena kondisi di depan masih sangat berisiko ketika bank-bank sentral global terutama The Fed melakukan tapering yang akan memunculkan gejolak arus dana asing dan rupiah berpotensi melemah," ungkapnya.
 
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono sebelumnya mengatakan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,0 bulan impor atau 9,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
 
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, belum lama ini.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif