Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

Jelang Pelantikan Biden, Rupiah Pagi 'Gulung' Dolar AS

Ekonomi Kurs Rupiah
Angga Bratadharma • 20 Januari 2021 09:22
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.065 per USD. Mata uang Garuda sukses menumbangkan mata uang Paman Sam jelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Rabu waktu setempat.
 
Mengutip Bloomberg, Rabu, 20 Januari 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi Rp14.057 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.055 hingga Rp14.065 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.868 per USD.
 
Sementara itu, USD jatuh untuk sesi kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Risiko terpantau berubah menjadi lebih positif, karena investor menyambut komentar calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen tentang perlunya stimulus fiskal yang besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan dolar Amerika terjadi setelah kenaikan 0,6 persen sejauh tahun ini, yang membuat banyak investor lengah yang bertaruh pada penurunan lebih lanjut menyusul kelemahannya pada tahun lalu.
 
Greenback telah terbantu pada Januari dengan meningkatnya imbal hasil surat utang negara AS dan beberapa investor berhati-hati tentang kekuatan pemulihan ekonomi global dari pandemi virus corona. Tetapi sebagian besar analis bertahan dengan seruan mereka untuk dolar yang lebih lemah dari sini.
 
Yellen, muncul di hadapan Komite Keuangan Senat dan mendesak anggota parlemen untuk bertindak besar pada paket bantuan virus korona berikutnya. Ia menambahkan bahwa manfaatnya lebih besar daripada biaya beban utang yang lebih tinggi.
 
"Sepertinya risiko mendapat dukungan yang lebih baik hari ini. Ekspektasi kembali ke gagasan stimulus fiskal AS yang cepat. Ada pemahaman yang sedang berlangsung bahwa ada dukungan untuk stimulus fiskal yang besar dan dukungan bipartisan yang luas di Senat, sebagai lawan dari proses rekonsiliasi yang panjang," tutup Analis Pasar Valas Senior Monex Eropa Simon Harvey. 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif