Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Abaikan 'Merahnya' Wall Street, IHSG Dibuka Menguat Tipis

Ekonomi IHSG Saham Wall Street
Ade Hapsari Lestarini • 16 Oktober 2020 09:11
Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pembukaan pagi ini menguat tipis. IHSG mengabaikan anjloknya bursa saham Amerika Serikat, Wall Street yang berada di zona merah.
 
Di Wall Street, indeks dow Jones Industrial Average turun 19,80 poin atau 0,07 persen menjadi 28.494,20. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 5,33 poin atau 0,15 persen menjadi 3.483,34. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 54,86 poin atau 0,47 persen menjadi 11.713,87 poin.
 
Mengutip laman RTI, Jumat, 16 Oktober 2020, pukul 09.01 WIB, gerak IHSG terpantau menguat tipis 5,431 poin atau setara 0,106 persen ke posisi 5.110.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun saat bel pembukaan perdagangan IHSG dibuka ke level 5.111. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 5.115 dan level terendah di 5.107.
 
Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 525 juta lembar senilai Rp401 miliar. Sebanyak 150 saham menguat, 61 saham melemah, 133 saham stagnan, dan terjadi 27.375 kali transaksi.
 
Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia sebelumnya memprediksi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi dari sentimen positif domestik.
 
"Sentimen positif ini setelah menjalani minggu pertama pembukaan kembali ekonomi masa transisi DKI Jakarta. Namun sentimen global dapat kembali berpengaruh terhadap IHSG saat ini," tutur tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, dala hasil risetnya, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Sementara bursa regional Nikkei Jepang dan Kospi Korea Selatan pada pagi ini diperdagangkan mix yakni masing-masing bergerak minus 0,72 persen dan naik 0,30 persen.
 
Faktor global lainnya yakni dipengaruhi dari kabar Tiongkok yang sedang merancang peraturan baru terkait pembatasan ekspor akan material sensitif dan teknologi kepada perusahaan asing tertentu, atas dasar kepentingan keamanan nasional.
 
"Dasar rancangan aturan ini terlihat dikaitkan dengan dasar pembatasan ekspor yang diterapkan AS sebelumnya," jelasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif