Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmaja. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Bos BCA: Jangan Takuti Investor yang Lagi Marah

Ekonomi bca investor
Ade Hapsari Lestarini • 13 Juli 2020 22:48
Jakarta: Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaadmaja menanggapi santai terkait penjualan saham yang dimiliki oleh para jajaran direksi dan dirinya.
 
Namun menurut dia, penjualan saham tersebut hanya aksi jual saham biasa saja. Karena para direksi yang menjual lah, maka menjadi perhatian awak media.
 
"Wajar saja (menjual saham). Kita ada istilah, kalau investasi, jangan taruh telur di satu basket, punya 10 telur jangan taruh di satu basket, kalau goyang pecah semua. Kita harus pilah-pilah (investasi), jadi kalau kita punya saham BCA, ya ada saatnya kita nikmati, kan sudah kerja setengah mati kapan mau nikmatnya," ungkap dia, saat virtual editor meeting, Senin, 13 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jahja, hasil kerja keras berupa saham, bagi para direksi ini ada saatnya untuk "dibuang" dengan berinvestasi ke tempat lain. Apalagi, tambah dia, Surat Berharga Negara (SBN) sedang menarik.
 
"Jadi tidak mungkin saya akan beli SBN lagi, kita harus ada pemilahan investasi. Pemerintah perlu dana ya kita bantu sedikit-sedikit, kecil saja. Jadi ada yang mau masuk saham, reksa dana, properti, itu kan mau-mau kita, enggak ada apa-apa," tambahnya.
 
Dirinya pun meminta terkait penjualan saham para direksi tersebut tidak terlalu dibesar-besarkan. Karena, bisa saja pemberitaan yang terlalu besar nantinya bisa membuat investor marah.
 
"Kalau cuma 40 ribu (saham), 100 ribu, itu sudah terbuka informasi. Saya masih ada delapan juta (saham) lebih, dampak ke pasar enggak akan berpengaruh, jadi jangan menakut-nakuti investor yang sekarang lagi marah," tegasnya.
 
Dia mencontohkan investasi di electronic channel BCA Sekuritas dari Rp1 triliun, waktu covid menjadi Rp4 triliun. Menurutnya, kebanyakan adalah investor retail investor.
 
"Jangan merusak situasi yang favorit dengan rumors yang enggak perlu dan tidak bermutu. Kecuali saya jual empat juta saham boleh lah dikomen," pungkasnya.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif