Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom
Ilustrasi fintech lending - - Foto: Medcom

Satgas Waspada Investasi Tutup 126 Fintech Ilegal

Ekonomi OJK Fintech Pinjaman Online pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 26 September 2020 19:05
Jakarta: Satgas Waspada Investasi langsung menutup ratusan pinjamanonlineataufintech peer to peer lendingyang beroperasi secara ilegal. Langkah tegas ini dilakukan setelah Satgas dalam operasi yang dilakukan hingga September 2020 menemukan 126fintech peer to peer lending ilegal,serta 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin.
 
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing meminta agar masyarakat selalu mewaspadai penawaran pinjaman dana dari pinjamanonlineilegal dan tawaran investasi dari entitas yang tidak memiliki izin sesuai usahanya. Ia mengakui tawaran darifintech lendingilegal dan investasi tanpa izin masih banyak bermunculan di masyarakat dan mengincar kalangan yang pendapatannya terdampak pandemi covid-19.

 
"Kami masih menemukan penawaranfintech lendingilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini.Fintech lendingdan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi masyarakat," tegas Tongam dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 26 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, pinjaman darifintech lendingilegal selalu mengenakan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek serta meminta semua akses data kontak di telepon genggam, yang digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan. Identitas semua temuan Satgas Waspada Investasi ini sudah diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk diblokir aksesnya di laman internet dan di aplikasi jaringan seluler.
 
"Satgas juga sudah menyampaikan laporan informasi identitasfintech lendingilegal ini kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum," ujar dia.
 
Selain itu, Satgas juga mengapresiasi kebijakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang melarang perusahaanfintech lendingyang terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penawaran melalui pesan singkat elektronik atau SMS sesuai dengan ketentuan OJK.
 
"Jadi bisa dipastikan bahwa jika ada penawaran pinjaman danafintech lendingmelalui SMS berarti itu dilakukan olehfintech lendingilegal yang sebaiknya dihindari," ucap Tongam kembali mengingatkan.
 
Hal ini juga sudah ditegaskan dalam Pasal 43 Peraturan OJK (POJK) Nomor 77 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi dilarang untuk melakukan penawaran layanan kepada pengguna dan/atau masyarakat melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan pengguna.

 
"Adapun totalfintechilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi untuk ditutup sejak 2018 sampai dengan September 2020 mencapai 2.840 entitas," pungkas Tongam.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif