Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id

Digitalisasi Bawa Perekonomian ke Peradaban Baru

Ekonomi Bank Indonesia
Husen Miftahudin • 07 Juli 2020 21:27
Jakarta: Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida Suwandi Budiman menilai meluasnya penyebaran pandemi covid-19 merubah struktur perekonomian dalam negeri. Digitalisasi berperan paling penting dalam perubahan pola perilaku agen ekonomi di tengah peradaban baru.
 
"Dampak covid-19 terhadap perekonomian global dan domestik menimbulkan berbagai macam perubahan dan akhirnya menyebabkan kita harus menuju kepada keseimbangan baru yang disebut dengan the next norm atau era peradaban baru. Itu adalah bagaimana pengaruh dari digitalisasi yang harus kita hadapi dengan baik," ujar Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan dengan Komisi XI DPR, Selasa, 7 Juli 2020.
 
Menurutnya, digitalisasi memberikan peluang untuk meningkatkan kegiatan ekonomi, kualitas hidup, dan sumber-sumber pembiayaan baru. Namun di sisi lain perlu juga kesamaan level of playing field perusahaan digital tersebut, serta terus memperhatikan dampak cyber security.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Era peradaban baru di satu sisi memberikan peluang bagi peningkatan kegiatan ekonomi. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi digital yang cepat juga memberikan tantangan dalam pengelolaan ekonomi," tuturnya.
 
Untuk mengelola digitalisasi dalam peradaban baru, Aida yang saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI meresponsnya dengan meramu strategi 3P, yakni Pemulihan, Percepatan, dan Penyesuaian.
 
Pada strategi pemulihan, diperlukan upaya untuk menyiapkan exit strategy atas kebijakan yang pernah dilakukan selama masa covid-19. Kebijakan exit strategy dapat diletakkan sebagai proses normalisasi atas berbagai kebijakan ekspansi yang ditempuh selama periode covid-19.
 
"Exit strategy juga sebagai upaya untuk kembali membawa ekonomi ke dalam lintasan jangka panjangnya menuju pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkesinambungan," paparnya.
 
Sementara, strategi percepatan ialah upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi domestik menuju negara maju. Kebijakan yang diperlukan adalah kebijakan yang mampu memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi melalui berbagai transformasi kebijakan ekonomi.
 
"Termasuk dalam upaya meningkatkan nilai tambahan perekonomian dengan melakukan diversifikasi pertumbuhan ekonomi dan mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di berbagai sektor perekonomian, termasuk ekonomi syariah, serta memanfaatkan tren digitalisasi di semua aspek kehidupan," ungkap Aida.
 
Sedangkan strategi penyesuaian adalah upaya untuk melakukan penyesuaian strategi kebijakan sehingga dapat mengoptimalkan potensi dan mitigasi risiko atas perubahan struktural.
 
Aida memandang, kebijakan merespons tren digitalisasi menggunakan strategi kebijakan ekonomi termasuk untuk beradaptasi dengan penetrasi digitalisasi yang cepat, yang mengubah perilaku perekonomian secara keseluruhan.
 
"Adaptasi ditujukan pada pemanfaatan teknologi digital dengan optimal agar dapat menjadi media untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perekonomian," pungkas Aida.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif