Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : MI.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : MI.

Kuartal II-2020 Sektor Jasa Keuangan Masih Terkendali

Ekonomi OJK jasa keuangan
Ilham wibowo • 05 Agustus 2020 19:12
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan sektor jasa keuangan masih terkendali pada periode kuartal II-2020. Kecukupan likuiditas juga turut terjaga untuk menjalankan pemulihan ekonomi periode kuartal mendatang.
 
"Dapat kami sampaikan sektor jasa keuangan secara umum masih dalam kondisi yang baik dan terkendali. Dengan berbagai indikator prudential seperti permodalan likuiditas yang memadai serta profil risiko yang masih terjaga," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Wimboh memaparkan bahwa permodalan bank pada kuartal II-2020 masih cukup tinggi yaitu sebesar 22,59 persen. Angka tersebut meningkat dari periode kuartal I-2020 sebesar 21,72 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kecukupan likuiditas juga terjaga dengan baik tercermin dari aset liquidity terhadap non core deposit per 28 Juli 2020 menguat ke level 130,53 persen, pada kuarta I-2020 kemarin 112,90 persen, ini juga jauh di atas treshold-nya yang sebesar 50 persen," ungkapnya.
 
Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) juga berada pada level 27,74 persen pada kuartal II-2020 dan masih jauh di atas treshold-nya sebesar 10 persen. Menurut Wimboh, berbagai kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif sangat efektif dalam peningkatan likuiditas di pasar keuangan.
 
"Ini membantu sekali memberikan amunisi di sektor keuangan perbankan untuk bisa mempunyai likuiditas yang cukup dalam rangka recovery beberapa bulan ke depan," ungkapnya.
 
Wimboh melanjutkan, di tengah perlambatan ekonomi sebagai dampak dari PSBB dan protokol dari manajemen covid-19, pengaruhnya secara tidak langsung terasa kepada intermediasi perbankan. Pada kuartal II-2020 pertumbuhan cukup positif di level 1,49 persen secara yoy dengan NPL secara gross 3,11 persen.
 
"Pada kuartal I-2020 kemarin pertumbuhan kredit adalah 2,77 persen, ini mengalami penurunan secara gradual sampai dengan posisi terakhir di Juni. Namun demikian dapat kami sampaikan pada bulan Juli sudah ada tanda-tanda perbaikan, sudah ada indikasi untuk meningkat," tuturnya.
 
Wimboh menegaskan, pihaknya akan terus menggulirkan kebijakan perlindungan yang bersinergi dengan Pemerintah dari sisi fiskal dan bank Indonesia (BI) dari sisi moneter. Berbagai kebijakan juga akan sinergi bersama LPS yang bertujuan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan juga mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
 
"Kami memandang fase survival telah dapat kita lalui dengan baik. Saat ini kita memasuki fase recovery dan kami bersama industri jasa keuangan siap untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.
 
(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif