Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Pagi Ini IHSG Dibuka Merekah di 7.207

Angga Bratadharma • 20 September 2022 10:06
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi terpantau dibuka di area hijau. Meski menguat namun para investor harus berhati-hati karena ada potensi indeks berbalik arah seiring minimnya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri.
 
IHSG Selasa, 20 September 2022, perdagangan pagi dibuka menguat di posisi 7.207 dengan level tertinggi di 7.252 dan terendah di 7.193. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 10,1 miliar lembar saham senilai Rp3,4 triliun. Sebanyak 253 saham menguat, sebanyak 214 saham melemah, dan sebanyak 183 saham stagnan.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena Wall Street menunggu keputusan penting dari Federal Reserve. Adapun bank sentral AS melakukan pertemuan untuk menentukan arah kebijakan moneter guna memerangi ledakan inflasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 197,26 poin atau 0,64 persen menjadi 31.019,68. Sedangkan indeks S&P 500 naik 26,56 poin atau 0,69 persen menjadi 3.899,89. Kemudian indeks Komposit Nasdaq bertambah 86,62 poin atau 0,76 persen menjadi 11.535,02.
Baca: Hati-Hati, Dampak BBM Bakal Terlihat Satu Bulan ke Depan

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area hijau, dengan sektor bahan dan konsumen masing-masing naik 1,63 persen dan 1,34 persen, melampaui sisanya. Namun, kelompok perawatan kesehatan dan real estat masing-masing turun 0,54 persen dan 0,21 persen.
 
Investor melihat ke The Fed karena bank sentral AS akan memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa waktu setempat. "Ketika pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berakhir Rabu ini, kami memperkirakan The Fed akan meningkatkan retorika memerangi inflasi satu atau dua tingkat lagi," kata Analis UBS dalam sebuah catatan.
 
"Selain menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, kami memperkirakan proyeksi ekonomi FOMC menunjukkan kenaikan suku bunga yang lebih banyak, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, dan pengangguran yang lebih tinggi," tambahnya.
 
Untuk pekan yang berakhir Jumat kemarin, indeks Dow Jones turun sebanyak 4,1 persen, S&P 500 kehilangan 4,8 persen, dan Nasdaq turun sekitar 5,5 persen. Kondisi itu terjadi di tengah kekhawatiran atas laju pengetatan bank sentral.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif