Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Penutupan: IHSG Masih Berkabung, 227 Saham Nyangkut di Zona Merah

Ekonomi IHSG Pasar Modal IHSG Melemah
Angga Bratadharma • 11 Mei 2022 16:18
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Rabu terpantau di area negatif. Meski ditutup melemah, namun indeks pada perdagangan hari ini mulai menunjukkan penguatan di tengah agresifnya The Fed menaikkan suku bunga dan memanasnya tensi geopolitik terutama akibat ikut campurnya Amerika Serikat dan Nato di konflik Rusia-Ukraina.
 
IHSG Rabu, 11 Mei 2022, perdagangan sore berakhir di level 6.816 dengan level tertinggi di 6.902 dan terendah di 6.796. Volume perdagangan hari ini tercatat sebanyak 22,9 miliar lembar saham senilai Rp17,9 triliun. Sebanyak 324 saham menguat, sebanyak 227 saham tertekan, dan sebanyak 148 saham tidak diperdagangkan.
 
Sementara itu, Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup lebih tinggi didorong kenaikan saham-saham pertumbuhan besar setelah aksi jual hari sebelumnya karena imbal hasil obligasi Pemerintah AS berkurang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks S&P 500 menguat 9,81 poin atau 0,25 menjadi 4.002,05. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 114,42 poin atau 0,98 persen menjadi 11.737,67. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 84,96 poin atau 0,26 persen menjadi 32.160,74.
 
Pada saat yang sama, saham bank jatuh. Imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun jatuh dari tertinggi lebih dari tiga tahun menjadi di bawah 3,0 persen.

Perdagangan berombak

Perdagangan hari ini berombak, dengan indeks utama bergerak antara keuntungan dan kerugian karena investor juga gugup menjelang rilis data indeks harga konsumen AS pada Rabu waktu setempat dan data harga produsen pada Kamis, 12 Mei. Investor akan mencari tanda-tanda bahwa inflasi memuncak.
 
Kekhawatiran Federal Reserve (Fed) AS mungkin harus bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi telah mendorong aksi jual baru-baru ini di pasar. Sejumlah kekhawatiran lain telah menambah tekanan.
 
"Pada titik ini, itu hanya penjualan berbasis ketakutan. Tidak bisa hanya Fed menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi, karena kita telah melihat itu sebelumnya," kata CEO Longbow Asset Management Jake Dollarhide, di Tulsa, Oklahoma.
 
"Sebaliknya, investor khawatir tentang segala hal mulai dari suku bunga dan inflasi hingga perang di Ukraina, masalah rantai pasokan, dan penguncian covid-19 Tiongkok," pungkas Dollarhide.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif