Menara Mitratel. Foto : Telkomsel.
Menara Mitratel. Foto : Telkomsel.

Mitratel Bidik Pendapatan Rp7,4 Triliun di 2022

Ekonomi Emiten Saham Telkom mitratel Pendapatan Masyarakat
Husen Miftahudin • 10 Januari 2022 19:12
Jakarta: Emiten menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, menargetkan pendapatan di sepanjang tahun ini sebesar Rp7,4 triliun. Adapun laba bersih yang ditargetkan perusahaan di 2022 ini sebanyak Rp1,6 triliun.
 
"Tentu saja target-target ini sangat dinamis, jadi kita nanti kita ada aksi-aksi organik maupun aksi non organik. Kami pasti best effort atas target-target ini agar bisa lebih tinggi lagi," ucap Chief Financial & Risk Management Officer Mitratel Ian Sigit Kurniawan dalam konferensi pers, Senin, 10 Januari 2022.
 
Di sepanjang 2021, pendapatan perusahaan diperkirakan mencapai Rp6,7 triliun atau lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan. Hingga kuartal III-2021, Mitratel mencatat pendapatan tumbuh 14,6 persen menjadi Rp5 triliun dengan laba bersih mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengungkapkan bahwa untuk menjaga tren pertumbuhan di 2022, setidaknya ada empat strategi yang akan dijalankan perusahaan.
 
Pertama, memperbesar kontribusi pertumbuhan bisnis organik dengan cara menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler (MNO) yang menjadi klien perusahaan.
 
Kedua, melanjutkan aksi merger dan akuisisi (M&A) aset menara dari Telkomsel maupun mengakuisisi saham perusahaan menara yang lebih kecil. Kemudian yang ketiga, Mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru.
 
"Saat ini kami tengah mengembangkan portfolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator. Termasuk dengan melakukan fiberisasi menara, mengaplikasikan infrastructure as a service sehingga kami bisa menyediakan jaringan IoT bagi pelanggan non-MNO, serta ekspansi ke penyediaan small cells sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G," papar Teddy, sapaan akrabnya.
 
Menurut dia, dengan kemampuan pendanaan baik dari hasil IPO senilai lebih dari Rp18 triliun, serta leverage dan biaya utang (cost of debt) terendah dibanding operator lainnya, Mitratel optimistis menyambut setiap peluang yang ada di tahun ini.
 
"Terakhir, Mitratel akan terus meningkatkan efisiensi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex) perusahaan sehingga bisa meningkatkan profitabilitas serta menambah arus kas," pungkas Teddy.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif