Mata uang rupiah. Foto : MI.
Mata uang rupiah. Foto : MI.

Perdagangan Pagi, Rupiah Menguat Seiring Data Tenaga Kerja AS di Bawah Estimasi

Antara • 10 Januari 2022 10:10
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menjelang awal pekan menguat seiring data tenaga kerja Amerika Serikat yang tidak sesuai ekspektasi.
 
Mata uang rupiah pagi ini bergerak menguat 21 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.330 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.351 per USD.
 
"Reaksi penguatan rupiah ini terlihat efek dari pelemahan dominan dari USD akibat rilis data NFP Jumat kemarin yang miss dari ekspektasi, walaupun data lain sektor tenaga kerja yang rilis bersamaan dengan NFP cukup optimis," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia dikutip dari Antara, Senin, 10 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payroll (NFP) menunjukkan, terdapat tambahan 199 ribu pekerjaan pada Desember 2021, lebih rendah dari proyeksi pasar 422 ribu pekerjaan.
 
Dari reaksi atas data tersebut, lanjut Nikolas, terlihat bahwa pasar mengkhawatirkan adanya efek dari perubahan inflasi pascaperubahan suku bunga apabila tidak diikuti dengan data NFP yang solid.
 
"Meski demikian, efek koreksi tajam pada USD ini masih perlu diwaspadai karena isu sepanjang tahun 2022 ini di AS adalah harapan kenaikan suku bunga walau adanya lonjakan kasus Covid-19 di AS dan di dunia dalam beberapa hari terakhir," ujar Nikolas.
 
Nikolas mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.300 per USD hingga Rp14.400 per USD. Pada Jumat (7/1) lalu, rupiah ditutup menguat 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.351 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.391 per USD.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif