Ilustrasi perdagangan aset kripto. Foto: AFP/Chris Delmas.
Ilustrasi perdagangan aset kripto. Foto: AFP/Chris Delmas.

Ketar-ketir Rapat The Fed Bikin Aset Kripto Melempem

Ekonomi Bitcoin The Fed cryptocurrency Aset Kripto
Husen Miftahudin • 07 Januari 2022 19:40
Jakarta: Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan bitcoin, ethereum, dan aset kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.
 
Hal ini dinilai untuk menguji posisi terendah multi-bulan setelah risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve yang condong ke arah kebijakan lebih agresif, sehingga melemahkan selera investor untuk aset berisiko.
 
"Kemarin pelaku pasar khawatir setelah notula rapat dari pertemuan bank sentral AS, The Fed, periode Desember 2021 menunjukkan para pejabat The Fed siap untuk bersikap lebih agresif atau hawkish, dan ingin segera mengakhiri periode kebijakan moneter longgar," ujar Ibrahim dalam siaran persnya, Jumat, 7 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam notula rapat tersebut, para peserta rapat tidak bisa menghindari kenaikan suku bunga acuan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Beberapa peserta rapat juga mencatat sudah saatnya mengurangi beban neraca (balance sheet) setelah kenaikan Federal Funds Rate.
 
Dalam sebuah laporan, Public Relation Manager Litedex Protocol David Saragih menjelaskan, penurunan kripto berkorelasi dengan pergerakan risk off di sebagian besar kelas aset tradisional. Di sisi lain, Bitcoin Fear & Greed Index tidak menunjukkan mode greed dalam lebih dari satu setengah bulan karena sentimen negatif yang cenderung lebih panjang dari sebelumnya.
 
"Para analis kripto juga mengamati untuk melihat apakah protes anti-pemerintah di Kazakhstan, yang awalnya dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, akan mempengaruhi jaringan bitcoin," ungkapnya.
 
Menurutnya, negara Asia Tengah itu merupakan pusat penambangan bitcoin terbesar kedua di dunia. Pemerintah Kazakhstan sendiri pada akhir tahun lalu mulai menindak beberapa penambang, sehingga proses intensif energi dikhawatirkan menggunakan terlalu banyak daya.

Berikut nilai kripto berdasarkan data Coinmarketcap.com:

  1. Ethereum (ETH) memimpin pelemahan sebesar 3,81 persen dan 9,01 persen dalam sepekan. Kini, satu kepingnya dihargai sebesar USD3.386 atau setara Rp48 juta.
  2. Bitcoin (BTC), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, juga ikut memerah sebesar 1,38 persen dalam 24 jam terakhir. Angka ini semakin memperparah rapor merah bitcoin dalam sepekan hingga 8,70 persen. Akibatnya, nilai Bitcoin kini terjerembab ke USD42.932 per keping.
  3. Solana (SOL) juga merosot 3,38 persen dalam satu hari terakhir. Solana kini hanya dihargai sebesar UD146 per keping akibat tekanan dalam sepekan yang membuat nilainya turun hingga 14,47 persen.
  4. Terra (LUNA) melemah tipis sebesar 0,63 persen. Namun pelemahannya semakin dalam hingga 11, 04 persen dalam sepekan. Kini satu keping Terra dihargai sebesar USD75,87 per keping.
  5. Cardano (ADA) justru memimpin penguatan. Cardano menguat 2,75 persen dalam sehari, namun masih turun 5,65 persen dalam sepekan. Kini satu kepingnya dihargai sebesar UD1,26.
  6. Binance (BNB) naik 0,47 persen. Dengan kapitalisasi pasar sebesar USD78,35 miliar, satu keping binance dihargai USD469.
  7. Ripple (XRP) juga ikut naik 0,15 persen dan dihargai sebesar USD0,77 per keping.
  8. Polkadot (DOT) naik 0,15 persen, walau masih turun 7,28 persen dalam sepekan. Kini satu kepingnya dibanderol USD26,32.
  9. Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) dengan kenaikan serupa yakni 0,01 persen. Walau keduanya dibanderol dengan harga serupa USD1 per keping, nyatanya tether memiliki kapitalisasi pasar jauh lebih tinggi yakni USD69,52 miliar, sementara USD Coin hanya USD4,4 miliar.
"Dalam perdagangan sore ini, ethereum di platform Litedex Protocol pada pukul 15.00 WIB melemah di harga USD3.193.55 atau turun 7,49 persen, dengan volume transaksi sebesar USD25,29 miliar dan kapitalisasi pasar USD379,80 miliar. Sedangkan untuk perdagangan Sabtu, etherum kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran USD3.150,30 hingga USD3.230,50," tutup David.

 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif