Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Perhatikan 5 Hal Ini saat Berinvestasi di Reksa Dana

Ekonomi reksa dana ocbc nisp tips keuangan tips berinvestasi
Angga Bratadharma • 18 Oktober 2021 11:01
Jakarta: Tim Wealth Management Bank OCBC NISP menyebutkan terdapat keuntungan yang bisa didapatkan sebagai pemula saat berinvestasi. Dibandingkan dengan membelanjakan uang maka tidak ada salahnya mengembangkan dana yang dimiliki lewat instrumen investasi yang salah satunya melalui reksa dana.
 
"Di samping itu, Anda juga akan mendapatkan imbal balik berupa keuntungan. Besaran keuntungan ditentukan berdasarkan berapa lama dana mengendap, berapa besar dana yang diinvestasikan, dan jenis reksa dana apa yang dipilih," sebut Tim Wealth Management Bank OCBC NISP, dilansir dari keterangan tertulisnya, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Seseorang yang menginvestasikan di reksa dana juga tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu oleh manajer investasi. "Biasanya manajer tersebut yang akan memilihkan instrumen investasi apa yang paling sesuai dengan jumlah dana serta tujuan Anda," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak ditampik, risiko reksa dana termasuk rendah jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti saham, tetapi mereka yang hendak berinvestasi di reksa dana perlu memperhatikan beberapa hal.

1. Penurunan nilai

Penurunan nilai adalah risiko yang perlu diwaspadai sebelum berinvestasi menggunakan reksa dana. Penurunan nilai disebabkan oleh adanya perubahan harga aset didalamnya. Contohnya adalah ketika harga saham pada reksa dana turun, maka hal tersebut akan berimbas pula terhadap Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP).

2 Likuiditas

Risiko likuiditas rupanya berkaitan dengan pencairan reksa dana. Hal berikut dapat terjadi ketika manajer investasi terlambat menyediakan dana bagi investor melakukan pembayaran pencairan atau redemption. Di mana menurut peraturan yang berlaku, pembayaran dana dalam hal ini harus dilakukan oleh manajer investasi maksimal tujuh hari kerja tidak termasuk hari libur.

3. Wanprestasi

Risiko ini terjadi apabila manajer investasi tidak mampu membayar kupon dan uang pokok yang telah Anda investasikan karena mengalami kerugian investasi.

4. Ekonomi dan politik

Kondisi ekonomi dan politik di Indonesia juga akan memengaruhi dunia investasi, termasuk reksa dana. Jika kondisinya tidak kondusif, bisa jadi nilai keuntungan akan mengalami penurunan. Sebaliknya, bila kondisinya baik maka keuntungan yang Anda dapatkan juga dapat meningkat.

5. Pertanggungan harta

Risiko ini dapat terjadi apabila terjadi pencurian data pada bank kustodian. Namun, umumnya bank dan perusahaan investasi telah memberikan asuransi terhadap aset yang dimiliki. Artinya masyarakat tidak perlu khawatir. Pastikan untuk memilih bank dan perusahaan yang kredibel.
 
"Reksa dana adalah salah satu jenis investasi dengan modal terjangkau sehingga seluruh kalangan, mulai dari orang tua hingga mahasiswa pun bisa menggelutinya," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif