Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: dok OJK
Ketua DK OJK Wimboh Santoso - - Foto: dok OJK

OJK Siapkan 8 Arah Kebijakan Strategis 2022

Ekonomi OJK Industri Keuangan jasa keuangan industri keuangan non bank (iknb) Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 18 Oktober 2021 10:58
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan delapan kebijakan strategis di 2022 demi menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia. Kebijakan ini akan terus mengoptimalkan manfaat sektor jasa keuangan bagi masyarakat.
 
"Tantangan di 2022 harus kita jawab dengan tetap berpedoman pada pelaksanaan tugas OJK sebagaimana tercantum dalam destination statement 2017-2022," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam siaran persnya, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Terkait hal tersebut, Wimboh menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak. Hal itu penting dilakukan agar dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Berikut delapan arah strategis kebijakan OJK 2022;

  1. Mengantisipasi dampak risiko cliff effect dari normalisasi kebijakan dan potensi risiko perkembangan covid-19
  2. Mendorong percepatan transformasi ekonomi hijau dan mitigasi risiko perubahan iklim
  3. Mendorong percepatan transformasi ekonomi digital
  4. Meningkatkan efektivitas program inklusi keuangan dan perlindungan konsumen
  5. Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor jasa keuangan syariah
  6. Melanjutkan inisiatif perubahan proses bisnis pengawasan dari traditional approach ke arah pengawasan sektor jasa keuangan terintegrasi berbasis teknologi informasi
  7. Melakukan Percepatan Reformasi Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB)
  8. Mengembangkan organisasi yang akuntabel, efektif dan efisien.
Wimboh menyampaikan OJK akan terus fokus pada penerapan program inisiatif keuangan berkelanjutan (sustainable finance) melalui penerbitan ketentuan untuk memitigasi risiko perubahan iklim terhadap industri jasa keuangan melalui program yang terintegrasi dan mendorong pengembangan sumber pembiayaan yang mendukung upaya mengatasi perubahan iklim menuju ekonomi rendah karbon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"OJK juga akan terus melakukan percepatan transformasi ekonomi digital sektor jasa keuangan dengan peningkatan kapasitas internal dan eksternal, mempercepat penerapan Supervisory Technology dan Regulatory Technology, serta melakukan kajian mengenai kehadiran perusahaan Big-Tech di sektor keuangan agar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan," tegasnya.
 
Di samping itu, peningkatan efektivitas program inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum bankable dan pelaku UMKM serta perlindungan konsumen juga menjadi hal penting untuk dikembangkan. Program yang dikeluarkan oleh OJK akan mendukung program inklusi keuangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.
 
"Fungsi perlindungan konsumen OJK juga akan diterapkan dengan seimbang antara kepentingan konsumen dan kepentingan sektor jasa keuangan," tegas dia.

 
Penguatan sinergi dan koordinasi dengan stakeholders juga perlu terus ditingkatkan, kaitannya dengan dukungan OJK terhadap pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia 2022 melalui partisipasi aktif dalam setiap kegiatan persiapannya.
 
"Saya mengharapkan agar seluruh unit kerja di OJK dapat berfokus kepada arah kebijakan strategis tersebut dan dapat dijabarkan dalam program kerja yang lebih rinci, workable, dapat dimonitor, diukur, dan dievaluasi pencapaiannya," pungkas Wimboh.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif