Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

3 Cara Jadi 'Sultan' di Umur 25 Tahun

Ekonomi tips keuangan tips berinvestasi
Angga Bratadharma • 11 September 2021 17:12
Jakarta: Masih ingat gaji pertama kamu habis untuk beli apa saja? Handphone baru, fesyen terbaru, perawatan wajah, atau travelling? Wajar, namanya juga gaji pertama. Pastinya semua wishlist dari zaman kuliah satu per satu diupayakan bisa wujudkan.
 
Tapi, ingat jangan sampai kebablasan. Apalagi kalau dari semua wishlist tersebut bersifat konsumtif dan tidak ada nilai investasi. Punya penghasilan sendiri artinya harus mandiri mengatur keuangan pribadi. Beli baju baru boleh saja, tapi di zaman canggih seperti sekarang banyak sekali vendor penyewaan baju dengan langganan per hari, per minggu, atau per bulan.
 
"Sehingga pengeluaran kamu sudah terukur," ungkap Tim Analis OCBC NISP, dilansir dari keterangan resminya, Sabtu, 11 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kira-kira pendapatan bulanan sebesar Rp7,5 juta, yuk simak tips menuju kaya bak sultan saat usia 25 tahun nanti. Pertama, setiap penghasilan rutin yang terima langsung dipisahkan 50 persen untuk kebutuhan inti, kurang lebih sebesar Rp3,75 juta harus mencukupi untuk biaya transportasi per bulan, sewa tempat tinggal, kebutuhan kesehatan, dan biaya cicilan.
 
"Kalau tidak cukup, artinya harus ada yang dikurangi yang sifatnya konsumtif, misalnya, tidak perlu nyicil sesuatu untuk saat ini," tukasnya.
 
Kedua, 30 persen dipergunakan untuk dinikmati atau kurang lebih sebesar Rp2,2 5juta. Pada aspek ini tentu dianggarkan untuk senang-senang. Misalnya, belanja bulanan, makan di resto kece, member gym, nonton bioskop, dan jalan-jalan. Kalau tak cukup, member gym ditunda dulu.
 
"Sebagai ganti, lari pagi depan rumah atau pilih-pilih event untuk makan di luar," kata Tim Analis OCBC NISP.
 
Ketiga, ini yang paling wajib dan bukan disisakan paling akhir. Wajib hukumnya untuk disisihkan di awal sebesar 20 persen untuk tabungan atau kurang lebih sebesar Rp1,5 juta. Ini untuk persiapan dana pensiun, dana darurat, dan investasi yang memang bersifat jangka panjang.
 
"Karena memang tujuannya untuk jangka panjang maka sebaiknya mencari investasi yang tidak tergerus inflasi dan bertumbuh, misalnya, reksa dana saham. Belum telat untuk memulai investasi. Berinvestasi pada reksa dana saham pun tidak harus dengan nominal besar, bahkan bisa mulai dengan minimum Rp20 ribu," ucapnya.
 
Adapun semua risiko yang berpotensi terjadi pada reksa dana dapat dimitigasi jika melakukan perencanaan dan manajemen investasi yang baik. Kuncinya adalah rutin dalam berinvestasi dan tentukan jangka waktu investasi.
 
"Yang penting selalu ingat financially fit itu mulai dari meningkatkan pemahaman dasar, memperbaiki kebiasaan manajemen keuangan yang salah, dan meluruskan mindset terkait finansial yang keliru. Sehingga, kamu dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif