Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS - - Foto: Antara/ Indiranto Eko
Ilustrasi mata uang rupiah dan dolar AS - - Foto: Antara/ Indiranto Eko

Imbas Kenaikan Inflasi di AS, Rupiah Salip Dolar

Ekonomi Kurs Rupiah Ekonomi Amerika Dolar AS
Husen Miftahudin • 11 Juni 2021 16:54
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang lainnya karena kenaikan inflasi AS.
 
Kondisi ini lebih cepat dari perkiraan sehingga mendorong investor bertaruh terhadap tekanan harga yang kemungkinan bersifat sementara, meskipun dukungan bank sentral akan tetap ada untuk mengendalikan inflasi tersebut.
 
"Data inflasi AS mengatakan bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, yakni 3,8 persen (yoy). Itu tumbuh 0,7 persen (mtm) atau berada di atas ekspektasi, tetapi di bawah pertumbuhan April," ucap Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 11 Juni 2021.
 
Ibrahim melanjutkan, dari sisi bank sentral, investor terus mencerna keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Presiden ECB Christine Lagarde juga memperbarui janji untuk pembelian obligasi yang lebih cepat, bahkan ketika para pejabat mengakui untuk pertama kalinya sejak 2018 bahwa ekonomi zona euro tidak lagi dibayangi oleh risiko terhadap prospek pertumbuhannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, kasus Brexit kembali mencuat dimana Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa pada 2020 lalu. Saat ini kedua belah pihak masih melemparkan ancaman atas kesepakatan Brexit setelah London secara sepihak menunda implementasi klausul Irlandia Utara dari kesepakatan tersebut.
 
"UE dan Inggris mencoba memecahkan teka-teki perbatasan dengan Protokol Irlandia Utara dari perjanjian Brexit yang membuat provinsi itu tetap berada di wilayah pabean Inggris dan pasar tunggal UE," paparnya.
 
Dari faktor internal, para pelaku pasar merespons positif tingkat inflasi Mei 2021 sebesar 0,32 persen. Dengan laju inflasi tahunan 1,68 persen (yoy) dan inflasi inti sebesar 1,37 persen (yoy) mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat mulai membaik.
 
Selanjutnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Mei 2021 sebesar 104,4 atau naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 101,5. Jika IKK di atas 100, maka artinya konsumen optimistis memandang perekonomian, baik saat ini maupun hingga enam bulan mendatang.
 
"Konsumen yang semakin pede menjadi indikasi peningkatan konsumsi yang semakin menguatkan ekspektasi Indonesia lepas dari resesi di kuartal ini. Apalagi BI kemarin melaporkan penjualan ritel akhirnya mengalami pertumbuhan untuk pertama kalinya setelah mengalami kontraksi selama 16 bulan beruntun," jelas Ibrahim.
 
Adapun berdasarkan laporan BI, penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada April 2021 berada di 220,4. Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 17,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 15,6 persen dari April 2020.
 
Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.189 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 59 poin atau setara 0,41 persen dari posisi Rp14.248 per USD pada penutupan perdagangan di hari sebelumnya.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau pada posisi Rp14.190 per USD. Rupiah menguat 48 poin atau setara 0,34 persen dari Rp14.238 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.240 per USD atau menguat 22 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.262 per USD.
 
"Untuk perdagangan minggu depan, Senin, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.160 per USD hingga Rp14.210 per USD," tutup Ibrahim.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif