Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Fed Siap Tapering di November, IHSG Pagi Berbaris di Zona Hijau

Ekonomi IHSG
Angga Bratadharma • 14 Oktober 2021 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi terpantau bergerak di zona hijau, seiring investor asing terus melakukan akumulasi di pasar saham domestik. Kondisi itu terjadi di tengah rencana Federal Reserve yang siap mengetatkan kebijakan atau tapering pada pertengahan November 2021.
 
IHSG Kamis, 14 Oktober 2021, perdagangan pagi dibuka di level 6.552 dengan level tertinggi di 6.575 dan level terendah di 6.552. Sebanyak 192 saham mengalami penguatan, sebanyak 88 saham mengalami tekanan, dan sebanyak 197 saham tidak diperdagangkan. Pagi ini volume perdagangan mencapai 437 juta lembar saham.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi atau beragam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Namun, indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir melesat didorong oleh kenaikan saham-saham perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon.com dan Microsoft imbas hasil risalah The Fed dan data ekonomi AS.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average sedikit melemah 0,53 poin atau 0,0015 persen menjadi 34.377,81. Kemudian Indeks S&P 500 bertambah 13,15 poin atau 0,30 persen, menjadi 4.363,80. Lalu indeks komposit Nasdaq melonjak 105,71 poin atau 0,73 persen, menjadi  14.571,64.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan material masing-masing terangkat 1,14 persen dan 0,75 persen, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor keuangan dan energi masing-masing turun 0,64 persen dan 0,1 persen.
 
JP Morgan melaporkan laba dan pendapatan kuartal ketiga perusahaan melebihi perkiraan Wall Street. Hal ini didorong oleh pembuatan kesepakatan global dan pertumbuhan pinjaman. Namun, saham Saham JPMorgan Chase & Co jatuh 2,6 persen.
 
Di sisi lain, The Fed mengisyaratkan akan memulai pengurangan stimulus moneter pada pertengahan November, meskipun harus berhadapan dengan ancaman inflasi yang tinggi. Bank sentral AS ini pun berjanji untuk melanjutkan program pembelian asetnya setidaknya USD120 miliar demi mendorong lapangan kerja dan menjaga inflasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif