Ilustrasi. Foto : MI/Usman Iskandar.
Ilustrasi. Foto : MI/Usman Iskandar.

Ini Kebiasaan yang Bisa Mengganggu Kesehatan Keuangan

Ekonomi keuangan generasi milenial
Arif Wicaksono • 02 Desember 2020 13:10
Jakarta: Selama pandemi covid-19, pernahkah Anda tanpa pikir panjang membeli madu mahal clover honey dan tanaman kekinian? Padahal sebelumnya tidak pernah mengonsumsi madu dan juga tidak hobi bercocok tanam, tapi ikut membeli karena sedang hype di media sosial.
 
Melihat teman update Instagram stories dan tekanan peer pressure lainnya, ternyata bisa membuat kita merasa ingin seperti mereka, takut ketinggalan, dan merasa aktivitas tersebut perlu dilakukan. Inilah yang disebut dengan FOMO yakni Fear Of Missing Out. FOMO adalah ketakutan karena ketinggalan hal yang sedang ramai diperbincangkan di dunia maya.
 
Membeli tanaman dan mengonsumsi madu kekinian sebenarnya boleh saja, asal sesuai perhitungan. Karena kebiasaan yang awalnya terlihat sepele, dapat menjadi salah satu "kebocoran halus" bagi keuangan Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anggap saja setiap membeli tanaman atau madu, setidaknya menghabiskan hampir Rp500 ribuan per bulan. Madu dan tanaman hanya contoh saja, karena masih banyak keinginan lain yang jika disusun berdasarkan urutan pentingnya, bisa jadi hampir semua yang tadinya terasa seperti kebutuhan, ternyata hanya keinginan sesaat.
 
Growth Manager Super You Antonius Tan menjelaskan generasi milenial perlu menerapkan disiplin finansial sejak muda. Dimulai dari menyusun anggaran keuangan dan disiplin dilakukan setiap bulan demi mengontrol pendapatan yang diperoleh.
 
"Jangan lupa patuh pada anggaran yang sudah disusun. Jangan sampai uang sudah habis pada tengah bulan karena tergiur barang-barang lucu atau karena melihat teman lain sudah punya kemudian memaksakan diri juga harus punya. Padahal, masih ada biaya penting yang harus dibayar," ujar dia dalam keterangan resminya, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Dia pun menyarankan milenial untuk mulai menyusun anggaran keuangan mereka. Menurut dia, anggaran yang perlu disusun oleh milenial mungkin belum serumit mereka yang sudah berkeluarga, mungkin juga belum memiliki pendapatan dua digit. Setidaknya, dari pendapatan yang ada, dibagi berdasarkan prioritas, seperti kebutuhan sehari-hari, sosial, dan dana darurat.
 
Setelah pos keuangan sudah terpenuhi maka akan lebih mudah menyisihkan sejumlah uang untuk keperluan tersier. Tetapi, jika pos kebutuhan tersier sudah habis, jangan ganggu pos dana lainnya hanya untuk memenuhi FOMO.
 
"Jangan sampai kebutuhan dibayar dengan cara berutang, misalnya dengan kartu kredit, lalu dilunasi dengan cara cicilan minimum. Pengeluaran FOMO tanpa perencanaan hanya membuat kita menjadi milenial frustasi karena hanya sibuk mengurus utang," jelas dia.
 
Bagaimana jika ada sisa uang dari kebutuhan primer? Bisa juga dana sisa dipakai untuk keperluan tersier. Tetapi, ini pun tidak disarankan.
 
Sebaliknya, akan jauh lebih bijaksana jika sisa uang ini dialihkan menjadi tabungan atau investasi sehingga aset terus bertambah selagi muda. Antonius menyarankan milenial untuk menyisihkan pendapatan untuk menabung atau investasi dan asuransi.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif