Ilustrasi BI. Foto : MI/Usman Iskandar.
Ilustrasi BI. Foto : MI/Usman Iskandar.

Indonesia Bidik Kiblat Dunia Ekonomi Syariah Lewat Kemandirian Pesantren

Ekonomi pesantren Bank Indonesia ekonomi syariah
Husen Miftahudin • 22 Oktober 2020 14:14
Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Selain mendorong terwujudnya perekonomian yang inklusif dan berkelanjutan, pengembangan ini juga bisa merealisasikan target bank sentral untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo memandang peran dan potensi pesantren mampu mewujudkan Indonesia sebagai kiblat dunia ekonomi syariah. Pasalnya, pesantren memiliki potensi yang sangat besar dalam menggerakkan ekonomi nasional secara inklusif.
 
"Untuk itu, Bank Indonesia mengimplementasikan berbagai program penguatan dalam peta jalan program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren 2017-2025," ujar Perry dalam Hari Santri 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peta jalan itu meliputi pengembangan dan replikasi model-model bisnis usaha syariah di pesantren, standardisasi laporan keuangan pesantren, pengembangan platform digital dan platform virtual market pesantren, pengembangan center of excellent, serta pembentukan holding ekonomi dan bisnis pesantren baik di tingkat nasional maupun di tingkat wilayah.
 
Hingga 2020 ini, jelas Perry, program pengembangan model dan replikasi bisnis pesantren telah diimplementasikan 300 pesantren yang sudah menjalankan usaha di bidang pengolahan air minum dan daur ulang sampah. Ada juga sektor lainnya seperti makanan minuman, industri kreatif, energi terbarukan, konveksi, pariwisata, dan perdagangan.
 
Khusus di sektor pertanian, bank sentral sudah mengembangkan sejumlah model bisnis berorientasi ekspor dengan lima mitra pesantren dan kelompok tani di Cianjur, Jawa Barat melalui budidaya enam komoditas hortikultura seperti horenzo, wortel, jagung, hingga buncis.
 
"Dalam model ini, Bank Indonesia juga menyediakan infrastruktur dan saprotan (sarana produksi pertanian) berbasis teknologi digital, Internet of Things (IoT). Sementara mitra pendamping melakukan pelatihan dan pendampingan serta memfasilitasi penjualan hasil produksi ke pasar domestik dan global seperti Timur Tengah, Singapura, dan Jepang," paparnya.
 
BI juga memperkuat pertanian terintegrasi berbasis komunitas dan digital dengan menggandeng 10 pesantren binaan di Jawa Barat menggunakan metode green house dengan teknologi digital IoT. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk pertanian seperti cabai, sayuran, dan jahe merah.
 
"Saat ini kami juga sedang mengembangkan model bisnis yang mengoptimalkan peran keuangan sosial syariah, terutama melalui green wakaf. Dalam model bisnis ini dana wakaf tunai akan dikelola oleh nazhir untuk mendukung usaha pertanian, baik melalui pembebasan lahan maupun penyediaan infrastruktur pendukung proses produksi pertanian di pesantren," ungkap Perry.
 
Semua langkah bank sentral ini merupakan upaya yang sesuai dengan arahan Wakil Presiden Ma'ruf Amin selaku Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk memacu ekonomi keuangan syariah secara inklusif agar dapat menjadi kekuatan baru bagi perekonomian Indonesia.
 
"Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, mari kita terus mendorong pesantren di seluruh Indonesia menjadi pusat-pusat ngaji fikih maupun ngaji sugih sehingga terjadi kemandirian ekonomi pesantren untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah nasional dan khususnya berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia Maju," tutup Perry.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif