NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Sempat Sentuh Rp16 Ribu, Rupiah Pagi Dibuka di Rp15.950/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 20 Maret 2020 08:59
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terlihat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp15.912 per USD. Meski melemah, mata uang Garuda sukses kembali ke level Rp15 ribu, lantaran sempat terempas ke level Rp16 ribu akibat covid-19 yang kian mengkhawatirkan.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 20 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp15.950 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp15.950 hingga Rp15.962 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.751 per USD.
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena kekhawatiran tentang kejatuhan ekonomi akibat virus korona meningkatkan permintaan dolar meskipun ada langkah-langkah terbaru oleh bank-bank sentral dunia yang bertujuan mengurangi tekanan pasar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 2,0 persen menjadi 102,73, level tertinggi sejak Januari 2017. Indeks naik sekitar empat persen selama minggu ini.
 
"Amukan dolar berlanjut ke sesi lain hari ini di pasar valas, berfokus pada mata uang G10 yang sebelumnya berkinerja baik di tengah-tengah gejolak pasar," kata Simon Harvey, seorang analis pasar berbasis di London di Monex Europe.
 
Euro anjlok 2,15 persen terhadap dolar. Terhadap franc Swiss, greenback meningkat 1,9 persen, sementara itu melonjak 2,63 persen terhadap yen.
 
"Kekuatan dolar, pada dasarnya, adalah reli short-covering yang kuat. Itu digunakan untuk mendanai sebagian besar sirkuit modal global. Sirkuit modal terbalik sekarang, dan mata uang pendanaan dibeli kembali," kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex Marc Chandler.
 
Reli dolar telah menghancurkan beberapa mata uang ke posisi terendah multi-tahun. Euro berada pada posisi terlemah sejak April 2017, karena para pedagang bergegas untuk melepaskan posisi euro meskipun ada stimulus baru dari Bank Sentral Eropa (ECB).
 
Bank sentral Eropa mengumumkan program pembelian aset 750 miliar euro (USD817 miliar) sebagai tanggapan terhadap wabah virus korona. "Sementara pengumuman ECB telah membantu pasar obligasi, itu tidak banyak membantu euro," kata Chandler.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif