Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Terkait Mafia Internasional, 2.591 Fintech Ilegal Diblokir

Ekonomi OJK Fintech Pinjaman Online
Media Indonesia • 14 Juli 2020 12:46
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah memblokir 2.591 fintech lending ilegal atau pinjaman daring.
 
Pemblokiran ini dilakukan sejak 2018 hingga 2020 ini. Sementara itu, pada 2020 fintech ilegal yang dihentikan mencapai sebanyak 694.
 
Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing, ada temuan mengejutkan bahwa kegiatan fintech tak resmi ini kemungkinan mendapat dukungan mafia yang terorganisasi secara internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: OJK Pastikan Fintech Ilegal Tak Bisa Peroleh Tanda Terdaftar
 
"Kegiatan-kegiatan fintech lending ilegal itu kalau boleh kami katakan ada (dukungan) mafia internasional, seperti mafia Rusia, mafia India, dan kelompok-kelompok kejahatan terorganisasi lainnya yang mencari dan mengambil keuntungan besar dari masyarakat," ujarnya dalam Webinar Konsistensi Pemberantasan Fintech Ilegal di Masa Pandemi Covid-19, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Hal itu diduga lantaran aktivitas fintech ilegal tersebut dilakukan di media sosial. Server-server fintech ilegal itu banyak terdapat di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Singapura, dan negara-negara lainnya.
 
Tongam mengatakan fintech lending ilegal itu tidak benar-benar menjalankan bisnis fintech lending seperti pada umumnya. Biasanya pola bisnis mereka adalah sebagai jembatan antara pemberi dana (lender) dengan peminjam dana (borrower).
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif