Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

IHSG Diprediksi Datar Menunggu Hasil RDG BI

Ekonomi IHSG Bank Indonesia suku bunga
Ade Hapsari Lestarini • 19 Agustus 2020 09:55
Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak datar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI).
 
"Hari ini IHSG diperkirakan bergerak flat, investor akan mencermati hasil RDG-BI tentang suku bunga BI7DRR serta kemungkinan stimulus-stimulus tambahan lain," jelas tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, dalam hasil risetnya, Rabu, 19 Agustus 2020.
 
Menurut analisis Samuel Sekuritas Indonesia, konsensus memperkirakan suku bunga akan bertahan di level empat persen. Pada pagi ini indeks Nikkei Jepang terpantau turun tipis 0,1 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan menguat 1,2 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan semalam bergerak mix. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,24 persen. Namun indeks S&P 500 berhasil naik 0,23 persen, dan Nasdaq naik 0,73 persen.
 
"Laju bursa saham AS ditopang oleh laporan keuangan emiten-emiten besar seperti Home Depot dan Walmart yang melaporkan kinerja keuangan yang baik," tambahnya.
 
Selain itu sentimen negatif datang dari politik AS. Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan sangat sulit bagi partai Demokrat untuk mengkompromikan program-program stimulus baru. Padahal Anggota Senat dari partai Republik berencana mengajukan program bantuan yang memasukkan bantuan senilai USD10 miliar untuk Kantor Pos AS.
 
Sedangkan dari pasar komoditas, harga minyak bergerak flat pada perdagangan kemarin. Harga minyak brent berada di level USD45,4 per barel dan WTI di level USD42,89 per barel.
 
Sementara harga emas spot naik 0,9 persen ke level USD2.004,21 per troy ounce, setelah indeks dolar terus melemah dalam beberapa hari terakhir.
 
Adapun dari dalam negeri, laju IHSG didukung data Neraca Perdagangan Indonesia kuartal II-2020 yang surplus USD9,2 miliar. Surplus ini merupakan yang tertinggi sejak kuartal kedua 2011.
 
"Didukung defisit transaksi berjalan sebesar USD2,9 miliar atau setara 1,2 persen dari GDP, membaik dari kuartal sebelumnya 1,4 persen dari GDP. Defisit di kuartal II-2020 menjadi yang paling rendah sejak 2017," jelasnya.
 
Sementara itu, BPS juga menyampaikan ekspor Indonesia mengalami kontraksi -9,9 persen secara year on year (yoy) atau tercatat sebesar USD13,73 miliar. Sementara impor mencapai USD10,47 miliar turun -32,55 persen secara yoy sehingga Neraca Dagang Indonesia Juli surplus USD3,26 miliar.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif