Ilustrasi penyaluran kredit Bank Mandiri - - Foto: MI/ Adam Dwi
Ilustrasi penyaluran kredit Bank Mandiri - - Foto: MI/ Adam Dwi

Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp12,05 Triliun

Ekonomi bank mandiri Kredit
Annisa ayu artanti • 21 Juli 2020 19:41
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk mencatat realisasi penyaluran kredit produktif dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp12,05 triliun. Kredit tersebut dikucurkan kepada 14.582 debitur hingga 17 Juli 2020.
 
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang menjelaskan sebanyak 99 persen penerima merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan jumlah debitur sebanyak 14.565 debitur.
 
Sedangkan untuk penyaluran kredit produktif program PEN kepada segmen corporate dan commercial mencapai Rp9,06 triliun kepada 17 debitur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski debitur segmen wholesale, baik corporate banking dan commercial banking membukukan penyaluran kredit PEN yang cukup besar, kami memastikan bahwa debitur ini memiliki multiplier effect yang besar, baik karena mampu menyerap banyak tenaga kerja ataupun karena ikut mendukung pencapaian target ketahanan pangan nasional," kata Donsuwan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 21 Juli 2020.
 
Donsuwan menjelaskan perseroan juga telah memberikan komitmen untuk menyalurkan kredit produktif program PEN hingga Rp21 triliun. Jumlah itu melebihi dua kali lipat dari dana penempatan pemerintah di Bank Mandiri sebesar Rp10 triliun, dalam periode tiga bulan hingga September 2020.
 
Di segmen UMKM, dia menambahkan, porsi penyaluran kredit produktif termasif dilakukan pada segmen produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak 9.896 debitur dengan portofolio Rp806 miliar. Kemudian segmen produk Kredit Usaha Mikro (KUM) kepada 3.821 debitur dengan baki debet Rp138,6 miliar dan segmen produk small medium enterprises sebanyak 821 debitur senilai Rp2,03 triliun.
 
Adapun strategi yang diterapkan dalam penyaluran kredit produktif, khususnya ke segmen UMKM, dengan menerapkan pola jemput bola. Bank Mandiri memanfaatkan modernisasi sistem penginputan data calon debitur melalui aplikasi Mandiri Pintar.
 
"Mandiri Pintar merupakan sebuah terobosan dalam hal digitalisasi pengajuan kredit mikro produktif, sehingga dapat memangkas proses administrasi dan keputusan kredit dapat diperoleh dalam waktu 15 menit sejak data debitur diinput ke sistem Mandiri Pintar. Aplikasi kredit berbasis smartphone (android) ini juga sangat praktis karena proses pengajuan dilakukan dimana saja dan kapan saja," jelas Donsuwan.
 
Di sisi lain, Bank Mandiri telah mengajukan klaim tambahan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat senilai total Rp25,7 miliar, sesuai KMK No.255/KMK/05/2020. Tagihan klaim berikutnya akan menyusul seiring penghitungan tambahan subsidi bunga untuk debitur yang sedang dilakukan.
 
“Kami merespon positif kebijakan subsidi bunga kredit ini karena akan membantu debitur pelaku UMKM mengurangi dampak pandemic covid-19 kepada usaha mereka,” tukas Donsuwan.

 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif